banner-1

Makassar

20 % Kepala Sekolah Terancam Diganti

Makassar, metrotimur.com – Sinyal mutasi kepala sekolah (kasek) oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar diperkirakan sekitar 20% terancam berganti. Data evaluasi hasil kinerja mereka telah dikantongi oleh Dinas Pendidikan Makassar.

Sekretaris Dinas Pendidikan Makassar, Hasbi pun mengakui jika data hasil evaluasi kinerja seluruh kasek tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri telah diserahkan keBadan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Makassar.

Dari jumlah kasek tingkat SD 363 orang dan SMP 45 orang, Dinas Pendidikan mencatat kurang lebih 20% mereka yang bekerja tidak sesuai dengan harapan.

“Tetap masih berjalan evaluasi tapi dari pantauan kita palingan 20, 15, 10 % punya kinerja tidak sesuai harapan, itu yang sudah kita lakukan pengusulan. Untuk kepala sekolah swasta kewenangan yayasan,” kata Hasbi.

Untuk menilai kinerja kasek, dinas pendidikan dan pihak pengawas memiliki standar penilaian per semester. Diantaranya terkait dengan penilaian delapan standar nasional pendidikan dan keterlaksanaan program Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, yakni amanah 18 poin revolusi pendidikan.

“Itu semua menjadi indikator penilaian bisa jadi ada kasek dinilai kurang mendukung atau kurang optimal melaksanakan bisa saja direposisi, bisa berganti tempat atau menjadi guru kembali,” pungkas Hasbi.

Apalagi kata dia, posisi kepala sekolah bukanlah jabatan struktural pemerintah melainkan tugas tambahan yang diberikan kepada guru untuk pengabdian.

“Olehnya pergantian itu biasa saja kalau kepala sekolah menjadi guru kembali,” sambungnya.

Akan tetapi jadwal mutasi dan nama-nama kepala sekolah yang berganti merupakan kewenangan dari kepala daerah dalam hal ini wali kota Makassar.

Lanjutnya, rencana ini juga merupakan upaya untuk mengisi kekosongan posisi ditinggal pensiun oleh beberapa kepala sekolah.”Ada kekosongan, ada yang pensiun. Biar tidak kosong kalau pak wali menghendaki dilakukan reposisi itu bisa saja, yang menentukan kapan waktunya pak wali kota, kita hanya mengusul dan menyiapkan bahan kami sudah serahkan ke BKD. Data yang dikirim terkait dengan usulan ke kosongan posisi misalnya sekolah A kosong siapa yang mengisi,” terang Hasbi.

Baca juga :  Dg Ical Respon Hari Anak Perempuan Internasional

Sekretaris BKPSDMD Makassar, Basri Rakhman melalui telepon selulernya mengaku belum mengetahui penyerahan data hasil evaluasi kinerja para kepala sekolah oleh Dinas Pendidikan.

“Mungkin langsung ke pimpinan penyerahannya, sudah ada dipimpinan,” singkatnya.

Wali Kota Makassar, yang akrab disapa Danny Pomanto sebelumnya menyatakan segeraakan mengevaluasi kinerja seluruh kasek usai melantik pejabat eselon III dan IV lingkup Pemkot Makassar sembari menunggu lampu hijau dari kementrian dalam negeri (kemendagri) upaya mutasi yang akan kembali dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Kita segera akan evaluasi, lagi-lagi yang tidak bekerja secara baik maka akan terima konsekuensinya,” katanya.

Adapun indikator penilaian kinerja para pemimpin sekolah ini salah satu diantaranya mewujudkan 18 poin revolusi pendidikan. Termasuk laporan publik yang menjadi keluhan masyarakat belakangan ini.

Menurut dia, kualitas atau standarisasi seorang pemimpin merupakan pondasi bagi generasi penerus bangsa ini untuk melanjutkan cita-cita tujuan pendidikan nasional, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Jika tidak komitmen, maka generasi muda di negara ini utamanya kota ini tidak memiliki satu titik tujuan yang jelas.

”Pendidikan atau cikal bakal lahirnya generasi yang berkompoten adalah tanggung jawab para kepala sekolah dan guru-guru. Harapan kita ada ditangan mereka termasuk pola pengawasan orang tua jangan lupa Jagai Anakta,” pungkas Danny Pomanto. (*)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top