banner-1

Pemerintahan

29 Gudang Dalam Kota Dideadline Hingga Juni

Makassar,metrotimur.com – Pascarapat penertiban gudang dalam kota oleh tim terpadu, sedikitnya 29 tempat usaha pergudangan akan ditindak lanjuti untuk segera berpindah tempat ke kawasan yang seharusnya, jum’at (9/6/17).

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto meminta kepada tim terpadu dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk bertindak tegas tanpa ada lagi toleransi.

Pasalnya kata dia, Dinas Perdagangan (Disdag) Makassar telah melayangkan surat peringatan kepada pemilik usaha untuk berpindah tempat.

“Tidak ada lagi toleransi, ditutup saja. Sudah dikasih tau tidak peduli, mereka maunya apa ?,” tegas Danny Pomanto sapaan akrab wali kota kepada KORAN SINDO.

Kepala Disdag Makassar, Andi Muh Yasir menyatakan, deadline atau batas waktu pemindahan lokasi pergudangan oleh para pelaku usaha hingga bulan Juni mendatang.

Menyusul dikeluarkannya surat peringatan untuk berpindah tempat sesuai dengan Perwali 20/2011 tentang larangan gudang dalam kota dan Perda 13/2009 tentang kawasan pergudangan terpadu.

“Deadlinenya bulan 5 sampai 6. Kan surat peringatan ada yang mati bulan depan dan dua minggu kemudian,” akunya

Meski demikian, Yasir yang akrab disapa Opu memastikan dalam waktu dekat ini ada dua gudang besar yang akan ditertibkan dengan cara penutupan tempat usaha.

Masing-masing terletak di Jalan Landak Baru, Kecamatan Rappocini dan Maccini Baru, Kecamatan Makassar.

Dua gudang tersebut dinyatakan jatuh tempo untuk beroperasi 21 Mei lalu.”Besok (hari ini) rencana kita sampaikan ke pak wali untuk tindak lanjutnya. Biar gudang besar ditertibkan sebagai contoh untuk gudang kecil lain, begitu rencananya,” ujar Opu.

Lebih lanjut, sesuai hasil rapat bersama tim terpadu yang ketuai dan dipimpin langsung Asisten I Bidang Pemerintahan, M Sabri, disepakati jika penertiban gudang dalam kota harga mati untuk dilaksanakan.

Baca juga :  Kecamatan Manggala Gelar Penyuluhan Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat

“Kita tidak mundur, itu 27 gudang menyusul ditertibkan. 29 gudang sudah kita kasih peringatan,” pungkasnya.

Untuk diketahui tim terpadu yang diketuai M Sabri juga melibatkan unsur Kejari Makassar, dan TNI/Polri. Termasuk Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar.

Lanjut Opu, dari hasil penelusuran pihaknya, jumlah gudang ataupun ekspedisi yang masih beroperasi di dalam kota melebihi 29 gudang.

Sementara ini diprediksi 30-an gudang. Tentu, surat peringatan untuk pidah tempat lokasi akan dilayangkan kepada pelaku usaha.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Pelanggaran Perdagangan dan Industri, Syahruddin menyatakan, masih menunggu perintah pimpinan tim terpadu untuk melakukan penindakan.

“Jatuh tempo 29 gudang tidak baku jauh-jauhji, rata-rata sampai Juni selesai lebaran. Saya tunggu perintah asisten I,” ucapnya.

Lebih lanjut, dua gudang yang disasar dalam waktu dekat ini dianggap tempat usaha yang paling besar dan tidak mau mengindaki aturan yang berlaku.

Dalam hal ini ke dua gudang, masing-masing PT Rajawali di Jalan Landak Baru dan CV Sumber Pangan Sejahtera di Jalan Maccini Baru akan disegel dan ditutup.

“Tidak berdampak pada komoditi pangan jika ditutup di Jalan Maccini, tidak berpengaruh. Gudang terigu banyak di Makassar. Jadi tidak ada persoalan kekeruangan stok gula dan terigu. Dia juga tidak ada gudangnya di parangloe,” pungkas Allu sapaan akrabnya.

Dia menambahkan, penutupan dan penyegelan 29 gudang telah mendapat dukungan dari pihak kejaksaan, TNI dan Polri.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top