banner-1

Makassar

Aktivis: Universitas Muslim Indonesia Darurat Kriminalisasi Akademik

Makassar, metrotimur.com – Pendidikan Tinggi atau yang dikenal dengan Universitas seharusnya merupakan tempat untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik dan dapat berkontribusi lebih baik untuk masyarakat, namun apa jadinya jika universitas sendirilah yang membatasi ruang gerak Mahasiswa untuk mengembangkan potensinya, khususnya kebebasan dalam berekspresinya membuat para aktivis kampus angkat bicara.

Beberapa kasus kekerasan akademik yang terjadi seperti kasus skorsing yang dinilai cacat administrasi yang diterima kepada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (FH UMI) akibat mengkritik pihak kampus dengan melakukan kritikan di kampus.

Salah satu contoh yang terjadi pada seorang Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia yang mendapatkan Surat Keputusan Drop Out (SK DO),  yakni saudara Firman saat  berniat mengurus pembayaran BPP semester, namun saat itu Firman justru diarahkan untuk ke rektorat, kemudian sesampai di rektorat Firman justru di berikan Surat Keputusan Drop Out (SK DO) yang terbit Tahun 2017 terkait kasus pemukulan meja dan Aksi Demonstrasi di depan kampus II UMI. Padahal sebelumnya masalah atau kasus tersebut sudah diselesaikan secara individu dan organisasi

Hal tersebut adalah bukti pembungkaman serta membatasi ruang gerak Mahasiswa untuk mengembangkan potensinya terutama dalam membahas kebebasan berekspresi. Masih banyak lagi kasus kekerasan akademik yang terjadi di kampus, salah satunya seperti yang terjadi di Universitas Muslim Indonesia, menurut salah seorang mahasiswa dari Universitas Muslim Indonesia.

Dari gambaran yang terkuak diatas tersebut,  ini kemudian yang membuat seorang Aktivis Mahasiswa Makassar untuk mengkritik perbuatan serta ulah gobrok Birokrasi Kampus untuk dapat membukakan ruang demokrasi untuk para Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia berserta korban dalam menjelaskan situasi dan kondisi pendidikan di Universitas Muslim Indonesia yang mulai menggambarkan tindakan represif

Baca juga :  Komunitas SS Bro Siap Menangkan DP

“Ini penggambaran bagaimana kampus yang seharusnya menjadi ruang dialektik serta merawat budaya-budaya keilmuan malah seperti itu. Ini yang kami sayangkan kenapa peraturan, perbuatan serta tingkah laku birokrasi kampus seperti ini, ” ungkap RAMOS salah satu Mahasiswa FH UMI.

Kemudian Ramos juga pemberian tajuk kasus rasa pabrik muncul dari hasil kajian mereka yang melihat bahwa usaha-usaha untuk menutup aspirasi di kampus telah terjadi

“Kampus seharusnya tidak menjadi anti kritik, sebagai ruang akademik seharusnya berdialektika atau bagaimana mengklarifikasi tuduhan dan aspirasi Jangan sampai ketika kita mentolerir atau tidak mengadvokasikan lebih lanjut kedepannya anak cucu atau teman-teman kita akan berada dalam sistem pendidikan seperti ini,” tambah Ramos.

Ramos pun mendesak dan memberikan suatu Koder WARNING kepada Rektor beserta jajaran untuk :

1. Stop pembungkaman dan kriminalisasi mahasiswa serta dosen yang kritis di Universitas Muslim Indonesia

2. Mendesak Rektor Universitas Muslim Indonesia mencabut skorsing yang di alami beberapa teman-teman Mahasiswa FH UMI

3. Mendesak Rektor Universitas Muslim Indonesia mencabut SK DO terhadap saudara Firman Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

4. Meminta semua pihak, terlebih para biroktrat kampus Universitas Muslim Indonesia, dapat menghargai kebebasan berekspresi dan berpendapat Mahasiswanya.

Ramos menambahkan, agar perjuangan dalam membangun pendidikan yang lebih baik dan demokratis tidak kendor walau skorsing maupun tuntutan lainnya dikabulkan agar tetap terkawalnya sistem pendidikan yang mulai membudayakan kekerasan akademik

“Jikalau hari ini pihak Birokrat mengatakan mahasiswa tidak boleh turun ke Jalan, mahasiswa tidak boleh meneriakkan suara kebenaran, suara – suara keadilan, maka dengan tegas kami mengatakan mereka salah, dan jikalau hari ini pihak birokrat keras kepala maka kami kepala batu dan jika birokrat itu kemudian pemain maka yakin dan percaya kami pelatihnya, ” tutup Ramos.

Baca juga :  Danny: Rakyat Harus Lawan Politik Uang

Penulis: Damk

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top