banner-1

Hukrim

Alih Fungsi Jalur Hijau Manggala, Tim Aset Tunggu Jawaban Perum Perumnas

Lahan Fasos Jalur Hijau Manggala Makassar

Makassar, metrotimur.com – Tim penyelamat aset Kota Makassar menunggu balasan surat dari pihak Perum Perumnas terkait Jalur Hijai Manggala.

Jalur Hijau Manggala yang diduga telah dialihfungsikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab kini sedang menunggu jawaban dari pihak Perum Perumnas.

Kepala inspektorat Makassar, Zainal Ibrahim saat ditemui dirumah jabatan Walikota Makassar, malam tadi Rabu (22/11) mengatakan, Tim Penyelamat aset sudah melayangkan surat kepada Perum Perumnas terkait lahan Jalur Hijau Manggala.

“Tim penyelamat aset tetap konsentrasi dalam penyelamatan aset, untuk jalur hijau Manggala kita sudah layangkan surat untuk meminta penjelasan lahan Jalur Hijau, kita tunggu jawabannya, ” kata Zainal Ibarahim.

Menurut Zainal Ibarahim, upaya – upaya yang selama ini dilakukan oleh Tim penyelamat aset tetap konsentrasi dalam pengumpulan data – data. Bahkan sejumlah berkas atau data tetap akan diperkuat dengan bukti lain atau yang baru, yang memang harus menjadi pelengkap proses penyelamatan aset.

“Kita terus lengkapi data – data (alat bukti) yang kuat termasuk melalui surat yang kita layangkan ke Pihak Perum Perumnas untuk meminta penjelasan, itu juga bagian dari upaya Tim Penyelamat aset untuk segera menyelesaikan apa yang menjadi temuan di Jalur Hijau Manggala, ” terang Zainal Ibrahim.

Saar dikonfirmasi mengenai proses hukumnya, Zainal Ibrahim menjelaskan, Proses hukum itu sudah pasti akan berjalan, entah proses hukumnya Perdata atau Pidana kita lihat hasil akhirnya, tentunya data atau alat buktilah yang dianggap cukup untuk diketahui bagaimana proses hukumnya, ” kunci Zainal Ibrahim.

Sebelumnya, lahan fasos Jalur Hijau berdasarkan pantau dari tim verifikasi, puluhan rumah toko (ruko) berdiri diatas Fasos Jalur Hijau Manggala. Terkuaknya dugaan pengalihfungsian lahan Jalur Hijau tersebut selain pantau satelit dan Drone juga diperkuat dugaan beralihfungsinya berdasarkan surat berita acara penyerahan oleh pihak Perum Perumnas selaku pihak 1(satu) kepada Pihak 2 (dua) dalam hal ini Pemkot Makassar pada tanggal 26 Maret 1988 berdasarkan site plan lahan Fasos Jalur Hijau Manggala dengan luas 34.433 m2 telah diserahkan kepada Pemkot Makassar.

Baca juga :  Dinas PU Rehab Drainase Jalan Toddopuli 18

Dimana dalam berita acara penyerahan tersebut kedua belah pihak setelah melakukan verifkasi lahan dan luasan fasum fasos oleh Tim verifikasi yang dibentuk oleh Pemerintah Kotamadya Ujung Pandang kala itu dan dianggap sudah untuk kayak diserahkan. Pada tanggal 26 Market 1988 Pihak 1( satu) dan pihak 2 (dua) dalam hal ini Perum Perumnas melalui Kepala Cabang VII Perum Perumnas, Ir. Supardi dan Walikota Ujung Pandang kalau itu Jancy Raib sama – sama menandatangani berita acara Sarah terima Fasum fasos yang didalamnya terdapat lahan Fasos Jalur Hijau Manggala. (Ron).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top