Andi Rindra Ramadhan, Sang KORLAP Muda di Balik Sukses Jambore I KORMI Makassar 2025

Metrotimur.com – Bissoloro, Gowa — Di balik tenda-tenda yang berdiri rapi dan rangkaian kegiatan yang berjalan tertib selama Jambore I KORMI Makassar 2025, ada satu sosok muda yang hampir tak pernah diam.

Ia berlari dari satu titik ke titik lain, menenteng toa di tangan kanannya, memberi instruksi tegas tapi penuh canda. Dialah Andi Rindra Ramadhan, sang Koordinator Lapangan (KORLAP) yang menjadi urat nadi di balik kelancaran seluruh kegiatan.

Sejak subuh, sebelum kabut di kawasan camping ground ASHBAB Bissoloro menghilang, Rindra sudah terjaga. Ia memastikan jadwal sarapan peserta tepat waktu, peralatan outbound siap digunakan, hingga memastikan seluruh seksi kepanitiaan bergerak sesuai tugas.
Ketika peserta masih terlelap, Rindra sudah berkeliling area, mengecek tenda, memastikan keamanan, dan menyiapkan arena kegiatan.

“Dia selalu jadi orang pertama yang bangun dan orang terakhir yang tidur,” ujar salah satu panitia sambil tersenyum kagum.
Dan benar saja—ketika malam tiba, saat seluruh peserta telah terlelap di tenda masing-masing, Rindra baru menurunkan toa dari pundaknya dan merebahkan tubuh ke tanah beralas jaket, kelelahan namun puas.

Pemuda bertubuh besar itu memang punya cara tersendiri untuk memimpin. Tegas, tapi tidak otoriter. Ramah, tapi tetap disiplin. Dalam setiap teriakannya melalui toa, terselip semangat yang menular. Ia tak hanya mengatur ritme kegiatan, tapi juga menjaga suasana tetap hidup dan penuh tawa.

“Bagi saya, tanggung jawab itu bukan beban. Tapi kepercayaan. Kalau saya diberi peran sebagai KORLAP, maka kegiatan ini harus selesai dengan baik,” ucapnya dengan mata berbinar, di sela istirahat sore di bawah pohon pinus.

Sebagai anak muda, Andi Rindra Ramadhan dikenal rendah hati dan punya tekad besar untuk terus belajar. Ia tidak segan mendengarkan arahan senior, berdiskusi dengan panitia lain, bahkan ikut memikul tenda atau mengangkat logistik bersama tim.
Bagi Rindra, suksesnya Jambore bukan soal kemeriahan acara, tapi tentang bagaimana semua elemen bekerja dalam harmoni.

Ketua Panitia Dr. Jamaluddin Jahid pun tak ragu memberikan apresiasi khusus padanya.

“Rindra adalah representasi energi muda di KORMI Makassar. Ia bekerja bukan hanya dengan tangan, tapi juga dengan hati. Semangatnya menular ke semua panitia,” ujarnya.

 

Begitu pula Ketua Umum KORMI Makassar, Andi Ryan Adrianto, yang memuji etos kerja dan inisiatifnya.

> “Sosok seperti Rindra menjadi inspirasi bagi kita semua. Ia membuktikan bahwa generasi muda mampu memimpin dengan cara mereka sendiri—efektif, tulus, dan penuh semangat,” ungkapnya.

 

Kini, ketika Jambore telah usai dan riuh tawa peserta tinggal dalam kenangan, sosok Rindra tetap diingat sebagai “komando muda” yang tak kenal lelah—yang menenteng toa bukan sekadar untuk memberi aba-aba, tetapi untuk menjaga irama kebersamaan.

Rindra Ramadhan bukan hanya Koordinator Lapangan. Ia adalah simbol dedikasi dan bukti bahwa di balik kegiatan besar, selalu ada tangan-tangan muda yang bekerja dalam diam, memastikan semuanya berjalan sempurna. (barly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *