banner-1

NEWS

April 2016, Sulsel Mengalami Deflasi Sebesar 0,39 Persen

IMG_20160502_130836

MAKASSAR, METROTIMUR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat, pada bulan April 2016 Sulsel mengalami Deflasi sebesar 0,39 persen dengan indeks Harga (IHK) sebesar 123,14.

Hal tersebut berdasarkan perhitungan Inflasi Sulsel, dari hasil Survei harga konsumen yang dilakukan BPS Sulsel di pasar tradisional dan pasar modren di 5 kota, yaitu Bulukumba, bone, Makassar, Parepare dan Palopo.

Menurut Nursam Salam Kepala BPS Sulsel, dari hasil IHK di 5 kota, semuanya mengalami deflasi. Adapun deflasi tertinggi terjadi di Kota Parepare yaitu sebesar 0,53% dengan IHK 119,14. “Sedangkan yang terendah terjadi di Bone yaitu sebesar 0,18 persen dengan IHK 11,06,” ungkapnya, Senin (2/5/16).

Kata Nursam, deflasi Sulsel terjadi karena adanya dua kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga yang disertai oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 0,71 %, dan kelompok transpor komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,39%. “Namun empat kelompok lainnya menglami inflasi, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,09%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02%, kelompok sandang sebesar 0,04%, dan kelompok kesehatan sebesar 0,16%. Sementara kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan atau stabil,” ujarnya.

Dari pantauan BPS Sulsel,  beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada April 2016 yaitu, Bensin, Cabe rawit, Beras, cabe merah, Tarif Listrik, daging ayam ras, Kentang, Tomat, telur ayam ras, dan wortel. Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga, yaitu, bawang merah, kangkung, lemari, ikan bandeng, bawang putih, daun bawang, ikan cakalang, bayam, Cumi cumi dan mujair.

Adapun Kelompok komoditas yang memberikan andil deflasi April 2016, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,1738%, dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan sebesar 0,2470%, sedangkan yang memberikan sumbangan inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, tembakau sebesar 0,0162%, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,0045%, kelompok sandang 0,0029%, kelompok kesehatan 0,0066%,

Baca juga :  Berikut Hasil Survei Indonesia Indicator

Perbandingan Inflasi Sulsel Tahun 2012 Hingga 2016

Menurut Nursam Deflasi Sulsel (0,39%) pada bulan April 2016 lebih tinggi dibanding tahun 2014 yang sebesar 0,12%, dan pada tahun 2012 yang sebesar 0,07%. Sementara inflasi terjadi pada tahun 2015 sebesar 0,36%, dan tahun 2013 sebesar 0,34%.

Kata Nursam, dilihat dari Laju inflasi tahun kalender Sulsel pada April 2016 sebesar 0,83% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar 0,68%, tahun 2013 sebesar 2,26%, tahun 2014 sebesar 1,99%, dan tahun 2015 inflasi sebesar 4,95%.

“Laju inflasi Sulsel dari tahun ketahun April2016 terhadap April 2015 sebesar 4,95% lebih rendah dibanding periode  tahun 2012 sebesar 6,78% dan tahun  2015 sebesar 6,21%. Tapi ini masih lebih tinggi dibanding tahun 2014 sebesar 4,13 persen dan tahun 2013 sebesar 4,49 persen,” papar Nusam.

Makassar Deflasi 0,39 Persen

Kata Nursam, Kota Makassar pada April 2016 mengalami Deflasi sebesar 0,39%, atau terjadi perubahan indeks dari 124,40 pada bulan Maret 2016 turun menjadi 123,91 pada bulan April 2016. Laju inflasi tahun kalender (Januari-April 2016 sebesar 1,12%, dan laju inflasi April 2016 terhadap April 2015 sebesar 5,56 persen.

Deflasi ini ,kata dia, dipicu oleh turunnya harga komoditi yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 0,74%, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,35%.  “Meskipun empat kelompok lainnya mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok swbesar 0,05, kelompok kesehatan sebesar 0,13%. Sedangkan kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan,” tandasnya. (rys)

Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya dengan jaringan 3 Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top