Ardi Lunrang, Dirijen di Balik Layar Jambore KORMI Makassar 2025: Dari Tenda Basah hingga Harmoni Kebersamaan

Metrotimur.com –  Bissoloro, Gowa — Malam di kaki perbukitan Bissoloro terasa lembab dan sunyi. Hujan turun pelan-pelan, lalu semakin deras, membasahi tanah dan dedaunan pinus. Di tengah udara dingin yang menusuk, sekelompok orang masih sibuk bekerja—memasang tali, menegakkan tiang, dan menambatkan tenda yang satu per satu berdiri tegak di bawah rintik hujan.

Di antara mereka, Ardi Lunrang, Ketua Seksi Acara Jambore I KORMI Makassar 2025, terlihat berjalan kecil dari satu tenda ke tenda lainnya, memberi aba-aba, memegang pasak tambatan, lalu kembali memeriksa barisan tenda. Di tangannya hanya ada senter kecil dan semangat yang tidak padam, bahkan ketika jam telah melewati tengah malam.

“Sedikit lagi, tetap pasak dan tali harus terpasang ! Jangan biarkan angin robohkan tenda peserta,” serunya, sementara air hujan menetes dari ujung topi dan jaket yang mulai basah kuyup.

Foto istimewa: Ardi Lunrang, Jambore KORMI I Makassar 2025 

Malam itu, bersama Barly, Edhyono, dan Adi serta beberapa rekannya yang lain, Ardi bekerja tanpa henti. Lima puluh tenda yang harus berdiri sebelum matahari terbit, bukan pekerjaan ringan. Tapi bagi mereka, itu bukan sekadar tugas teknis — melainkan panggilan tanggung jawab, bukti cinta terhadap organisasi dan teman-teman seperjuangan di KORMI Makassar.

Di sela lelah, tawa kecil kadang pecah. Mereka saling menyemangati, berbagi kopi panas dari termos, dan melanjutkan pekerjaan di bawah remang cahaya lampu tenda. Hujan menjadi saksi, bagaimana kerja keras dan kebersamaan malam itu melahirkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar perkemahan: sebuah awal yang bermakna bagi Jambore pertama KORMI Makassar.

Ketika fajar menyingsing, barisan tenda sudah berdiri megah di hamparan rumput ASHBAB Bissoloro. Embun menggantung di tali-tali tambatan, seolah menjadi pujian bagi kerja tanpa pamrih yang dilakukan semalam suntuk. Di sanalah Ardi Lunrang , Barly berdiri, tersenyum lelah namun bahagia, menyaksikan hasil dari kerja timnya yang luar biasa.

Sebagai Dirijen di balik harmoni acara Jambore, Ardi bukan hanya memimpin bagian teknis, tapi juga menjadi ruh yang menghidupkan semangat gotong royong. Dari persiapan, pelaksanaan, hingga penutupan, tangan dinginnya mengatur alur kegiatan seperti sebuah orkestra — memastikan setiap elemen berjalan selaras.

Ketua Umum KORMI Makassar, Andi Ryan Adrianto, memberi apresiasi khusus atas dedikasi tim acara.

> “Saya menyaksikan sendiri bagaimana teman-teman bekerja tanpa kenal waktu. Ardi dan timnya memberi contoh bahwa Jambore ini bukan hanya kegiatan, tapi cerminan semangat pengabdian,” ujarnya dengan bangga.

 

Kini, setelah semua tenda terpasang, api unggun padam, dan peserta kembali ke rumah masing-masing, cerita tentang hujan di malam pertama itu tetap hidup di antara mereka. Cerita tentang Ardi Lunrang, sang Ketua Seksi Acara yang tidak hanya mengatur jalannya kegiatan — tetapi juga mengorkestrasi semangat, kerja keras, dan persaudaraan dalam satu nada: Kebersamaan yang tulus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *