banner-1

Peristiwa

Banjir di Perbatasan Maros – Makassar Menelan Korban Jiwa

Lokasi kejadian Korban Tenggelam di Perbatasan Makassar - Maros

Makassar, metrotimur.com – Tim SAR gabungan sampai berita ini di turunkan belum menemukan korban tenggelam di hamparan luapan air banjir yang ada disekitar perbatasan Kabupaten Maros – Kota Makassar.

Kejadian berawal sekelompok anak yang sedang berenang di arus air yang melintasi jembatan air yang terletak di jalan Nipa – nipa tembusan menuju sungai Tallo yang melintas digeografis Kab. Maros.

Kronologi, Korban yang bernama Dicky Wahyudi (14) warga jalan Inspeksi PAM Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala hendak menolong temannya yang bernama Migdam alias Idam (12) yang terbawa arus air. Melihat kondisi Idam yang terbawa arus, korban ( Dicky) langsung melompat hendak menolong namun tidak berhasil dan keadaan terbalik sipenolong atau korban, sampai berita ini diturunkan, sabtu malam (23/12/17), korban (Dicky) belum ditemukan oleh Tim Sar Gabungan.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun dari warga sekitar, H. Amid (54) warga jalan Nipa – nipa kepada awak media saat dikonfirmasi mengatakan, Ia melihat sekelompok anak termasuk korban (Dicky) sedang berkumpul diatas jembatan sekitar pukul 11.20 wita, sabtu (23/12/17).

“Ketika saya hendak menuju Masjid untuk sholat duhur, saya memang melihat sekelompok anak berada diatas jembatan termasuk korban (Dicky), tapi saya tidak melihat apakah sedang berenang atau tidak, adapun dikabarkan ada anak tenggelam saya baru ketahui setelah usai sholat duhur dan melihat kerumunan orang diareal jembatan air, ” terang H. Amir.

Selanjutnya, awak media kemudian mencoba mencari narasumber yang lain, Rey (10) warga Desa Moncoloe Kab. Maros yang merupakan salah satu anggota kelompok anak yang sedang bermain diarel jembatan. Kepada media Rey menceritakan kronologi awalnya.

“Iya om.. memang ada orang yang tenggelam namanya Dicky, dia tenggelam karena mauki natolong temanku yang terbawa arus, Dicky (korban) langsung lompat dari atas jembatan kedalam air, tapi tidal berhasilki na pegang Idam, malah dia yang terbawa arus dan tenggelam, ” kata Rey, sabtu (23/12/17).

Baca juga :  Lahan Pembibitan Cabai di Lengkapi Taman Bermain

Dari keterangan beberapa sumber awak media (metrotimur.com) berhasil menemui Migdam alias Idam di kediamannya dijalan Inspeksi PAM berdasarkan informasi dari salah seorang anak warga nipa – nipa yang merupakan teman Idam (korban selamat).

Korban selamat Migdam saat ditemui dikediamanya jalan inspeksi PAM Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala, Migdam alias Idam menceritakan kronologinya tenggelamnya Dicky Wahyudi.

“Awalnya saya berenang bersama teman saya yang bernama Salam (11), tapi saya terpisah dengan Salam saat berada didalam air, saya sempat terbawa arus sementara Salam berhasil naik kedarat, mungkin melihat kondisi saya dalam posisi minta tolong dengan mengangkat tangan saya dengan cara melambaikan tangan, Salam langsung kembali melompat kedalam air dan berhasil meraih tangan saya sambil menarik dan berenang, saya dan salam berhasil meraih dan memegang batang pisang yang melintas terbawa arus, sementara Korban (Dicky) yang juga berusaha menolong saya tidak sempat menyentuh saya dan Ia (korban) lalu terbawa arus, kamipun terus berupaya menuju darat bersama salam dan tiba didaratan dengan menggunakan bantuan batan pisang, ” jelas Idam.

Setelah Tim Sar Gabungan, melakukan pencarian sekira pukul 13.00 wita sampai pukul 17.00 wita dengan usaha keras para Tim Sar Gabungan belum juga menemukan hasil, Idam (korban selamat) sekira pukul 17.30 wita datang kelokasi dan menumpangi perahu karet BPBD Kota Makassar untuk menunjukkan titik terakhir posisi tenggelamnya korban (Dicky), namun setelah memutari titik yang ditunjukkan oleh Idam belum juga menemukan hasil. (Ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top