banner-1

Ekobis

Bank Dunia : Angka Kemiskinan Ekstrim Dunia turun 10 persen

METROTIMUR – Penjabat Direktur Pelaksana Group Bank Dunia R.Kyle Peters mengatakan angka kemiskinan ekstrem dunia turun 10 persen. Selain itu, sejumlah negara yang populasinya di bawah 40 persen mengalami pertumbuhan ekonomi, Senin (19/12/16).

Kyle menyampaikan data Bank Dunia itu pada pertemuan 70 negara donor dan penerima bantuan yang digelar International Development Association di Hotel Hyatt Yogyakarta, Kamis, 15 Desember 2016.

Pertemuan yang digelar 14-15 Desember itu membahas penambahan pagu anggaran untuk negara-negara dengan kondisi ekonomi miskin.

Bank Dunia berjanji memberikan pinjaman sebesar US$ 75 miliar atau sekitar Rp 1.003,4 triliun untuk menggenjot ekonomi negara-negara miskin. International Development Association merupakan bagian dari Bank Dunia.

Kami upayakan kesediaan 36 dari 48 negara donor untuk berikan dukungan dalam paket pendanaan Bank Dunia, kata Kyle kepada Tempo.

Ia bicara kondisi ekonomi dunia, mekanisme penyaluran dana pinjaman serta hibah Bank Dunia, dan ukuran efektivitas pemberian pinjaman kepada negara-negara miskin.

Menurut dia, kemiskinan dunia yang berada pada kondisi ekstrem turun hingga 10 persen karena berjalannya program Bank Dunia. Dia mengklaim program Bank Dunia efektif mengikis kemiskinan. Kami berkomitmen menghapus kemiskinan hingga 2030, kata Kyle.

Dia juga menanggapi kritik sejumlah kalangan yang menuding masih adanya ketimpangan ekonomi meski Bank Dunia telah memberikan pinjaman ke negara-negara miskin.

Chief Operating Officer Bank Dunia itu mengatakan efektivitas program Bank Dunia itu diukur dari proyek yang didesain bersama negara-negara donor sesuai kebutuhan negara penerima pinjaman.

Menurut dia, pinjaman dan hibah Bank Dunia digunakan untuk membantu negara-negara penerima manfaat membangun infrastruktur, di antaranya akses energi, sanitasi air, kesehatan anak, pendidikan, imunisasi. Bank Dunia juga fokus terhadap dampak perubahan iklim dan kesetaraan gender.

Baca juga :  Berkat Bank Sampah, Makassar Raih Adipura Asean

Dia mengatakan Bank Dunia punya standar-standar sosial lingkungan dalam setiap perumusan pagu pemberian pinjaman dan hibah. Mereka melakukan evaluasi untuk melihat efektivitas penyaluran pinjaman dan hibah itu. Laporan keuangan Bank Dunia kami publikasikan di website. Kami sangat transparan, kata dia.

Indonesia saat ini bukan lagi menjadi negara anggota IDA. Tapi, menurut Kyle, Indonesia menjadi negara donor. Indonesia pernah menjadi negara yang menerima bantuan dari IDA pada 1999-2008. Sekarang, Indonesia fokus melunasi utang kepada Bank Dunia. Tapi, jumlah utang yang harus dilunasi itu masih dihitung oleh Bank Dunia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membuka acara International Development Association18th Forth Replenishment Meeting di Yogyakarta. Acara itu menjadi pertemuan terakhir dalam rangkaian IDA 18 Replenishment Meeting di tahun 2016.

Sri Mulyani dalam siaran tertulis Kementerian Keuangan mengatakan Indonesia berperan aktif di dalam penentuan kebijakan IDA dalam untuk mengentaskan kemiskinan global.

Berdasarkan data per 31 Agustus 2016, dari 173 negara anggota IDA, Indonesia memiliki 229.403 votes atau 0,88 persen voting power dan tergabung dalam South East Asia Voting Group. Indonesia mempunyai total suara 2,97 persen.

Sumber : Tempo.co

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top