METROPOLITAN

Berikut Pandangan Ketua RT/RW Tentang Perwali No. 72

METROTIMUR – Uji publik Perwali No 72 tahun 2016 yang di agendakan hari ini, sebagian Ketua RT dan RW dan Calon Ketua RT/RW menerima apapun keputusan akan hasil uji publiknya.

Mengenai persyaratan yang tertuang di dalam perwali tentang skil pendidikan dan rangkap jabatan, menjadi polemik sebagian wilayah di Kota Makassar, seperti di Wilayah Kelurahan Parangloe, dengan perwali no 72 , maka bisa di pastikan akan banyak tokoh masyarakat yang akan terhempas atas kebijakan perwali 72 tentang skil pendidikan.

Ketokohan sudah pasti sangat di butuhkan dalam membangun kota Makassar, namun takkalah pentingnya skil pendidikan adalah syarat yang tidak bisa di kesampingkan, seiring dengan perkembangan jaman, di mana era sekarang tekhnologi yang berkembang pesat memaksa kita untuk ikut di jaman moderen tersebut, mulai dari percepatan informasi, transaksi, bisnis semua sudah terkemas di dalam sebuah teknologi, baik berbentuk skala besar sampai tekhnologi tersebut sampai di genggaman kita (smartphone).

Melalui Perwali No 72 tahun 2016, itu menandakan bahwa pemerintah kota Makassar sudah siap untuk ikut beraksi di era moderen ini. Setiap RT dan RW yang terpilih nanti akan di berikan satu fasilitas untuk bekerja yakni Smartphone, dan salah satu syarat mutlak untuk menjadi ketua RT/RW harus mampu menguasai android.

Salah satu Tokoh Masyarakat yang ada Manggala menjabat sebagai Ketua RT mengatakan, ” apa yang menjadi keputusan hasil uji publik tentu kita akan tunduk, tetapi ketokohan, skil pendidikan dan rangkap jabatan saya secara pribadi sangat mendukung apa yang tertuang di dalam perwali No. 72 tahun 2016 tersebut, Katanya, Selasa (17/01/17), kepada metrotimur.com. 

” Ketokohan tentu sangat penting, tetapi menurut kami ketokohan tersebut harus di sempurnakan dengan skil pendidikan, jabatan RT/RW adalah garda terdepan dalam membangun satu wilayah, seluruh program akan bermuara ke bawah, ketokohan harus mampu merespon seluruh program dan mampu mengimplementasikan ke warganya dan untuk merealisasikan harus di barengi dengan skil pendidikan” , Kata Ketua RT yang enggang di sebut namanya.

Lanjut, terkait dengan rangkap jabatan ini memang perlu pertimbangan matang bagi calon, karena kita ketahui jabatan RT/RW adalah sebagai pelayan bagi warganya, kembali, semua kebutuhan warga baik secara administrasi pemerintahan ataupun kebutuhan masyarakat RT/RW lah yang menjadi hulunya, maka tentunya seorang Kepala RT/RW harus fokos di fungsi pokoknya sebagai pejabat yang paling dekat dengan masyarakat, harus berimbang antara tanggung jawab di wilayah dan tanggung jawab di rumah tangga sendiri , tambahnya.

Apapun yang menjadi hasil uji publiknya, kami sebagai masyarakat Makassar pada intinya apa yang akan menjadi keputusan endingnya untuk Makassar Dua Kali Tambah Baik, Katanya. (ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HEADLINE NEWS

To Top