banner-1

Hukrim

Berikut Penampakan Fasum Fasos Yang Beralih Fungsi di Manggala

Makassar, metrotimur.com – Tim verifikasi Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Dinas Perumahan Kawasan dan Kawasan Permukiman kota Makassar, menerima laporan tim pencari fakta fasum fasos kota Makassar terkait temuan penampakan pengalihfungsian fasum fasos di wilayah Kecamatan Manggala, Minggu (29/10/17).

Usaha keras Walikota Makassar, Ir. Moh. Ramdhan pomanto dalam pengejaran fasum fasos kota Makassar menuai hasil yang menggembirakan. Dalam pengejaran fasum fasos di wilayah kecamatan Manggala tim independen melalui satelit dan pesawat tanpa awak (Drone) berhasil mendeteksi perubahan site plan yang telah diserahkan oleh pihak Perum Perumnas Cab. VII Makassar pada tanggal 26 Maret 1988 kepada Pemkot Makassar.

Dalam pemantauan Tim independen pencarian korupsi penyalahgunaan fasum fasos selama satu pekan di Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala Kota Makassar berdasarkan pantauan (deteksi) tahun 2010 posisi site plan masih dalam posisi belum berubah situasi, penampakan adanya bangunan Ruko. Diperkirakan perubahan atau penampakan puluhan bangunan Ruko terjadi sekitar tahun 2012.

“Berdasarkan pantauan satelit pada tahun 2010 kondisi fasum fasos tersebut belum menunjukkan adanya bangunan ruko di atasnya, namun pada tahun 2017 akhir atau deteksi tahun ini ada puluhan Ruko berdiri diatas lahan tersebut, ” Kata Kadis Perumahan, Ir. Fathur Rahim.

Gambar situasi fasum fasos Jalur Hijau Perum Perumnas Antang tahun 2017

Lanjut, sangat jelas perubahan site plan atau pun peruntukannya. Pembenarannya, berdasarkan site plan dan berita acara penyerahan fasum fasos yang diserahkan oleh pihak PT. Perum Perumnas Cab. VII unit Antang, di mana dalan site plan dan berita acaranya, luas fasum fasos “Jalur Hijau” 34.433 M2. “Pada posisi site plan 1988, batas luas Jalur Hijau yang berbatasan dengan danau Balang Tonjong tidak menunjukkan adanya peruntukan untuk kawasan komersil atau pun bangunan Ruko,” Terangnya.

Baca juga :  Sapi Ternak Milik Pengusaha, Timbulkan Kemacetan Dijalan Tamangapa Raya

Kemudian fakta selanjutnya adanya perubahan peruntukan lahan Jalur Hijau tersebut setelah foto satelit dibuka kembali di posisi tahun 2010 menunjukkan bahwa lahan tersebut masih posisi sesuai dengan status lahan (Jalur Hijau), belum ada bangunan Ruko.

Gambar situasi perubahan fasum fasos Jalur Hijau Perum perumnas PadaTahun 2012 berdasarkan foto Satelit

Namun pada tahun 2017 sangat jelas perubahan sekitar 30-an bangunan Ruko berdiri kokoh di posisi pinggiran lahan Jalur Hijau yang mengigit di jalan Poros perum Perumnas Antang (batas antara Jalur Hijau dan Danau Balang Tonjong).

Terkait bangunan apa saja yang berdiri diatas lahan tersebut, berdasarkan pantauan pesawat Tanpa awak (Drone) yang dilakukan pada hari Jum’at tanggal 26 Oktober 2017 sekitar pukul 10.00 Wita yakni; Water Treatment (IPA III PDAM), Bangunan Gedung KPU, Tempat ibadah Masjid, Gedung Sekolah Madrasah, 30-an bangunan Ruko, dan Aulah Pertemuan.

Foto satelit situasi fasum fasos Jalur Hijau Perum Perumnas Antang Kec. Manggala pada tahun 2010

Jika merujuk kepada site plan dan berita acara penyerahan yang dilakukan oleh PT. Perum Perumnas pada tanggal 26 Maret 1988 yang ditanda tangani oleh pihak PT. Perum Perumnas, Ir .Supardi selaku Kepala Perum Perumnas Cab.VII Ujung Pandang dan Pemkot Makassar, atas nama Walikota Makassar, Anci Raib kala itu, luas Jalur Hijau 34.443. M2 atau seluas kurang lebih 3,4 Ha khusus peruntukan Jalur Hijau (sesuai gambar situasi Siteplan tahun 1988).

Penyerahan fasum Fasos tersebut juga di jelaskan pada pencatatan Badan asset Pemkot Makassar Nomor: 350/648/perj/BAPPEDA 1988, yang juga sudah mendapat Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor: SK. 26/HPL/DA/1987 tanggal 13 Juli 1987. (Ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top