banner-1

Ekobis

Berkat Bank Sampah, Makassar Raih Adipura Asean

Bank Sampah Mekar Swadaya Kelurahan Biring Romang - Manggala

Makassar, metrotimur.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar lagi-lagi harus menerima penghargaan bergengsi. Kali ini piala Adipura ASEAN menambah daftar penghargaan piala kebersihan usai Makassar meraih Adipura untuk kali ketiga secara beruntun.

Penghargaan ini akan diterima langsung Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang direncanakan akan berlangsung, 11-13 September mendatang di The Empire Hotel and Country Club, Brunei Darussalam. Pada moment The 14th ASEN Ministerial Meeting on the Environment and Related Meetings.

“Tanggal 12 penerimaannya. Ada empat kota di Indonesia yang menerima, Makassar karena lahannya yang bersih. Saya tidak tahu apa penilaiannya tiba-tiba pemerintah pusat usulkan itu,” akunya usai mengukuhkan Ketua RT/RW, Ketua LPM dan penasehat wali kota di Lapangan Karebosi, kemarin.

Meski demikian, pemimpin berlatar belakang konsultan tata ruang ini tidak ingin berjumawa atas torehan prestasi ini. Bagi dia, penghargaan adalah bagian dari upaya pemerintah untuk lebih meningkatkan kinerjanya khususnya di bidang kebersihan.

Sehingga prestasi ini terus dipertahankan dan bahkan untuk ditingkatkan lagi.”Ini adalah penghargaan untuk kita semua, berkat dan kerjasama sama yang terus dibangun tanpa henti, mari terus berivonasi,” ujar Danny Pomanto.

Selain Makassar, tiga kota lainnya yang menerima penghargaan ini diantaranya Tulung Agung, Bandung dan Malang. Secara umum tercatat kurang lebih 10 negara yang menerima Adipura Asean diwakili oleh kota/kabupaten masing-masing. Seperti, Brunei Darussalam, Kamboja, Malaysia, Pilipina, Myanmar, Thailand, Vietnam.

Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi), Saharuddin Ridwan menjelaskan, penghargaan ini diterima karena kebijakan wali kota Makassar dianggap sangat berpihak kepada kebersihan lingkungan berbasis masyarakat.

Pada umumnya, Adipura Asean dinilai dari dua aspek, fisik dan non fisik. Kebijakan wali kota itu adalah bagian dari penilaian non fisik yang terjewantahkan dengan aspek fisik melalui beberapa program kerja.

Baca juga :  Makassar Mengalami Deflasi, Berikut Laporan perkembangan Inflasi BPS Sulsel 2017

“Yang jelas kita dapat karena kebijakan pemerintah kota mendukung terhadap pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Ini adalah rekomendasi dari pemerintah pusat yang diusulkan Makassar sebagai nominasi, dan akhirnya terpilih menjadi yang terbaik,” katanya.

Lanjutnya, kategori clean line atau bersih daratan yang diterima Makassar tidak lain juga terkait dengan pengelolaan sampah di kota ini, salah satunya dibentuknya Bank Sampah di seluruh wilayah kelurahan mengakar ke rukun tetangga dan rukun warga (RT/RW).

Dimana saat ini jumlah bank sampah sudah mencapai kurang lebih 760 unit dengan perkiraan jumlah nasabah aktif sekitar 50.000 orang.

“Adapun edaran wali kota mewajibkan seluruh pegawai melakukan pengurangan sampah dengan cara menjadi nasabah bank sampah itu bagian dari penilaian non fisik, dan inovasi di dalam pengeloaan sampah menjadi bio gas, serta inovasi lainnya tentang sampah tukar beras,” terang Saharuddin yang juga Ketua Yayasan Peduli Negeri (YPN).

Selain itu kebijakan lainnya seperti pelimpahan kewenangan juga dianggap sebagai langkah strategis mendukung upaya kebersihan lingkungan. Itu terkait dengan pengelolaan sampah, retribusi pembayaran sampah dan pemeliharaan taman dari Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Makassar ke seluruh pemerintahan kecamatan. (Bi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top