banner-1

Makassar

BPM : Penasehat Walikota Bidang RT/RW Garda Terdepan Dalam Realisasi 9 Indikator

Beranda Pak RT Kecamatan Manggala

Makassar, metrotimur.com – Penasehat Walikito Makassar Bidang RT/RW akan menjadi garda terdepan dalam mengawal 9 indikator yang menjadi tugas dan fungsi pokok para Ketua RT dan RW.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar, Iskandar Lewa saat
menghadiri acara “Beranda Pak RT” yang diselenggarakan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Nusantara IV Makassar, bekerja sama dengan pemerintah Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Walikota Makassar, Ir. Moh.Ramdhan Pomanto, Camat Manggala, Ansar Umar, Sekcam Manggala, Lurah , RT/RW, LPM, Penasehat Walikota Bidang RT/RW, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda Sekecamatan Manggala,Danramil Panakukang – Manggala dan Kepolisian  Polsek Manggala, yang laksanakan di Jalan Tamangapa Raya Kelurahan Tamangapa, Rabu (11/10/17).

Dalam acara “Beranda Pak RT” Kepala BPM Makassar, Iskandar Lewa menjelaskan, bahwa tugas yang akan diemban oleh para penasehat Walikota Bidang RT/RW itu merupakan tugas yang takkalah pentingnya, dimana menurut Iskandar Lewa, peran serta para penasehat tersebut sangat menentukan bagaimana dalam merealisasikan 9 indikator yang menjadi tugas para RT/RW.

“Penasehat Walikota Bidang RT/RW ini bukan berarti akan melakukan intervensi kepada para RT/RW, tetapi Penasehatlah yang akan menjadi motivator bagi RT/RW untuk menembus 9 indikator tersebut, salah satunya adalah sharing strategi dan memotivasi , ” terang Iskandar Lewa.

Kemudian yang paling menjadi pokok dalam tugas para penasehat itu adalah membangun koordinasi dengan stakholder terkait yang ada di wilayah, misalnya LPM, Lurah dan juga para pengusaha Bank Sampah. Menurut Iskandar Lewa, Bank Sampah juga yang menjadi salah satu poin di 9 Indikator ini, tentu juga akan menjadi penentu untuk tembusnya insentif RT/RW 1 juta rupiah, Kata Iskandar Lewa.

Baca juga :  HUT DWP Ke- 17 Makassar , Indira Kunjungi Lapas Perempuan Di Kab.Gowa

Lanjut Iskandar Lewa, Kita ketahui banyak Bank Sampah yang memang sudah berjalan, tetapi belum terkoneksi betul dengan masyarakat , artinya belum secara masif konteks pemberdayaanya. Maka dari itu , penasehatlah yang akan menjadi mediasi antara RT/RW dan Masyarakat juga Bank sampah, untuk bagaimana masyarakat itu bisa menjadi anggota Bank Sampah.

“Konsep kerja penasehat itu adalah menjadi median untuk mencapai pemberdayaan masyarakat dan RT/RW tanpa menapikan kerja – kerja LPM itu sendiri, ” Kata Iskandar Lewa.

Tidak hanya Bank Sampah tetapi termasuk bagaimana peran para penasehat untuk meningkatkan PAD di wilayahnya masing – masing , misalnya Retribusi sampah dan PBB, Penasehat kembali akan menjadi corong atau median untuk pemenuhan target realisasi PAD, ” Jadi Penasehat itu punya peranan penting dalam menopang seluruh pencapaian target – terget kerja Para Ketua RT/RW dan mampu menyampaikan langsung kepada Walikota Makassar segala persoalan diwilayah, kemudian memberikan masukan kepada Walikota itu sendiri, ” terang Iskandar Lewa.

Dalam kesempatan itu pula, Iskandar Lewa menyampaikan kabar gembira , bahwa insentif bagi Penasehat Walikota Bidang RT/ RW dan LPM sudah masuk dipembahasan, tutup Iskandar Lewa. (Ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top