Politik

Caleg Saling Klaim Kemenangan, Hj. Nurul Hidayat: KPU dan Bawaslu Harus Konsisten Menjaga Hak Konstitusi Warga Negara

MAKASSAR, METROTIMUR.COM  – Saling klaim kemenangan para Caleg pada Pileg 2019 disemua tingkatan menjadi gerakan tambahan dalam memperebutkan kursi DPR disemua tingkatan.

Menyikapi hal tersebut, Hj. Nurul Hidayat Caleg Nomor urut 7 dari Partai Golkar untuk DPRD Makassar Dapil 5 yang meliputi daerah pemilihan yakni, Kecamatan Tamalate, Mariso dan Mamajang Nomor Urut 7, meminta kepada KPU dan Bawaslu Makassar untuk konsisten menjaga marwah Demokrasi dan hak konstitusi warga negara.

Hal itu disampaikan oleh Hj. Nurul Hidayat melalui via telepon, sabtu pagi (17/4/19), fenomena saling klaim antar kontestan baik caleg internal partai maupun eksternal partai, menurutnya, saling klaim itu sah – sah saja, tetapi itu bukan kepastian hukum KPU.

“Saling klaim itu sah – sah saja, tapi bukan menjadi ruang untuk berbuat curang, kan begitu, bagi saya itu biasa saja, ” kata Hj. Nurul Hidayat.

Diketahui Hj. Nurul Hidayat sebelum bergabung sebagai Caleg di Partai Golkar pada Pemilu 2019, Hj. Nurul Hidayat merupakan kandidat di Pileg 2014 dan menahkodai Parta Demokrat dan sempat beredar di Dapil 5 ( MaMaRita) saat itu Caleg Demokrat tingkat Kota yang mendapatkan perolehan suara tertinggi berdasarkan C1 saat itu, tapi proses ditingkatan KPU, Hj. Nurul Hidayat dinyatakan tidak lolos, meskipun usaha hukum yang dilakukan tidak diakomodir oleh Partai Demokrat saat itu.

“Saya punya pengalaman di Pileg 2014 lalu, jika mengacu C1 yang masuk ke saya, secara akumulasi angka, saya tertinggi, tapi dinyatakan tidak lolos oleh KPU, usaha hukum saya tempug baik diinternal Partai maupun upaya hukum lainnya, tapi tidak diakomodir. Nah, sekarang kembali lagi saling klaim, olehnya saya sampaikan silahkan saling klaim, tapi KPU dan Bawaslu harus mengawasi pihak yang klaim – klaim itu, ada apa dan apa dasar hukumnya, ” tegas Hj. Nurul Hidayat.

Baca juga :  Silaturahim Akbar Jokowi, Tomas Makassar: Kami Hadir Karena Ingin Bersama Pemimpin Pro Rakyat

Lanjut Hj. Nurul Hidayat, seperti di Dapil 5 ( Mamarita) hampir rata – rata mengklaim kemenangan perolehan angka. Padahal kata Hj. Nurul Hidayat, sangat jelas angka – angka perolehan di internal Caleg Partai Golkar Dapil 5, jika mengacu C1 yang ia terima dan rekap dari 3 Kecamatan wilayah pemilihannya oleh tim pemenangannya dan berdasarkan hasil perhitungan ditingkat TPS, yang tertinggi perolehannya adalah dirinya.

“Saya berani mengklaim, tapi bukan asumsi atau mengada – ada, tapi klaim saya berdasarkan hasil C1 yang masuk ke kami. Artinya, semua kontestan bisa melihat itu sesuai C1 yang sebenarnya, silahkan dicek faktanya, siapa yang tertinggi internal Partai Golkar Dapil 5,” ungkap Hj. Nurul Hidayat.

Meskipun demikian, Hj. Nurul Hidayat tetap hormati KPU sebagai penyelenggara dan menunggu hasil perhitungan akhir KPU, tetapi catatan pentingnya adalah, KPU dan Bawaslu harus hadir sebagai lembaga yang konsisten menjaga sprit Demokrasi dan spirit Konstitusi.

“Kami tetap tunggu hasil perhitungan KPU, tapi harus jujur dan adil, dan kami akan kawal ketat itu, jangan karena adanya saling klaim tanpa dasar kemudian menjadi ruang intervensi untuk menjadi celah untuk mengamputasi hak konstitusi warga yang memilih sesuai hati nurani, baik yang memilihsaya sebagai kandidat maupun caleg lainnya, itu warning kami, karena sekali lagi kami punya pengalaman di Pileg 2014, dan kami sudah paham betul metode kecurangan itu, ” kunci Hj. Nurul Hidayat. (Ron).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top