banner-1

Makassar

Camat Manggala Harapkan Kerjasama PK5 Agar Patuhi Aturan

METROTIMUR– Sosialisasi penyuluhan terhadap PK5 yang berada di wilayah kecamatan manggala di pimpin langsung oleh Camat Manggala Ansar Umar di dampingi oleh Kepala Seksi Linmas Satpol PP Bidang Linmas yang di selenggarakan di Gedung Aula Kantor camat Manggala.Jum’at(13/5/16).

Camat Manggala Ansar Umar di dalam sambutannya mengatakan Kerja sama antara PK5 dan pemerintah sangat di butuhkan. “Kami selaku pemerintah tentu tidak ada untuk menggusur para PK5 tapi kita ingin menertibkan dan membina, melalui penyuluhan ini, merupakan salah satu tekad untuk membangun kerja sama yang baik sehingga PK5 kita bukan lagi menjadi sorotan baik pemerintah ataupun masyarakat itu sendiri,” Kata Ansar.

Kehadiran PK5 kadang menjadi tanda tanya dan perbincangan bahwa PK5 hadir tak lain adalah sebagai media bagi sebagian orang yang mengantungkan hidupnya dengan cara menjadi PK5. Namun, di sisi lain kehadiran PK5 ada sebagian orang yang merasa terganggu salah satunya maraknya PK5 yang berjualan di area bahu jalan umum dan trotoar yang mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas, bahkan ada oknum PK5 yang juga memanfaatkan lahan pasum yang bisa merusak keindahan di satu wilayah. “Maka dari pemerintah mengajak kepada para PK5 yang ada di manggala untuk dapat lebih tertib,” Ujar Ansar.

Sementara itu Kasi Linmas Satpol PP kota makassar Husaini Salam sebagai pemateri mengungkapkan Sesuai dengan Perda No 10 tahun 1990 tentu dalam hal ini Para PK5 tentu harus mau di bina.

“Pada saat penyuluhan dan pembinaan sudah di lakukan kemudian tidak di indahkan maka sanksi pidana 6 bulan denda Rp 50 ribu akan di terapkan tentu kita akan melibatkan Stakholder secara menyeluruh, sanksi tersebut sangat tegas bilamana area yang di gunakan para PK5 yang memang di larang seperti Fasum pasos, setelah ada surat perintah dan temuan tentu penegakan sanksi kita akan jalankan”.Terang Huasini.

Baca juga :  Penanda Tanganan Nota Kesepakatan Pembangunan Kolam Regulasi Nipa Nipa

Rahmawati (30) seorang PK5 di kelurahan Borong mengatakan” Kami siap mengikuti aturan itu tapi pemerintah harus pikirkan juga nasib kami setelah kami tinggalkan tempat yang di larang oleh pemerintah kita akan bawa kemana”.Ungkap Rahmawati. (ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top