banner-1

Pemerintahan

Danny Pomanto Cuti, Warga Kecewa Ambulance Pemkot Tidak Gratis Lagi

Ambulance Pemkot Makassar

Makassar, metrotimur.com – Ambulance milik Pemerintah kota Makassar yang sedianya sebagai fasilitas gratis buat warga yang membutuhkan, kini sudah tidak diterapkan lagi.

Komitmen pemkot kini terkait ambulance mayat menjadi bola panas setelah Ir. Moh. Ramdhan Pomanto setelah resmi menyandang posisi sebagai peserta calon walikota Makassar. Danny Pomanto cuti dari jabatannya sebagai walikota Makassar dan Wakil Walikota Syamsul Rizal sebagai pelaksana tugas.

Mursalin Lion, Ketua RT 05 RW 01 Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Mamajang mengeluhkan adanya biaya yang dikenakan jika ingin menggunakan ambulance milik Pemkot Makassar, sementara komitmen pemkot Makassar diera Pak Danny Pomanto, ambulance sifatnya gratis bagi warga Makassar.

“Saya heran kenapa rancuh seperti ini Makassar, kemarin – kemarin gratis dan masyarakat sangat terbantu, sekarang harus bayar, mahal lagi, ada apa ini..?, ” keluh Mursalin.

Saking kesalnya, Mursalin lewat via telpon mengatakan, “Seharusnya harus lebih baik lagi meskipun pak Danny sedang cuti, jangan ada kesan komitmen akan apa yang telah disepakati oleh Pemerintah itu sendiri dengan masyarakat dilupakan.

“Fasilitas kendaraan Ambulance, Inikan program Pemkot diera pak Danny yang sifatnya pelayanan bagi masyarakat dan gratis untuk mengurangi beban warga, apalagi warga yang sedang berduka, kenapa sekarang malah membebani warga, bukannya memajukan tapi malah mundur lagi, ” ungkap Mursalin

Lanjut Mursalin saat dikonfirmasi lewat telpon terkait kekesalannya, ” Begini, kan ada warga Karang Anyer yang meninggal di Rumah Sakit Bhayangkara, Kamis (1/3/18), mayat almarhuma Hajrah mau diantar kerumahnya oleh keluarganya dan butuh kendaraan ambulance, karena saya sebagai RT, seperti biasanya, sayapun menghubungi call 112 untuk meminta bantuan mobil ambulance pemkot Makassar, tetapi saya kaget saya mendengar jawaban dari operator Call 112, kalau untuk bantuan ambulance sekarang harus dibayar, nilainyapun besar yakni 250 ribu, ” kata Mursalin.

Baca juga :  Selain Mendapat Gelar Adat Kepulauan, Danny Juga Mendapat Dukungan di Pilwali 2018

Pengakuan Mursalin, nilai 250 ribu untuk biaya penggunaan ambulance tersebut itu disampaikan oleh salah satu operator call 112 seorang perempuan.

“Saya disampaikan langsung melalui telpon dari operator 112, katanya sekarang untuk penggunaan ambulance harus berbayar, padahal dari RS Bhayangkara ke Karang Anyer hanya memakan waktu 5 menit, karena harus berbayar dan keluarga korban kecewa, akhirnya menggunakan kendaraan ambulance Rumah Sakit, ” kata Mursalin.(fhr).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top