banner-1

Makassar

Di Markas FPI Makassar, Danny Imbau Ormas Kawal Program Jagai Anakta

Makassar, metrotimur.com – Agenda buka puasa bersama Wali Kota Makasar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dengan sejumlah elemen masyarakat kadang hingga lima lokasi. Namun dirinya berupaya untuk tidak mengecewakan warga yang mengundangnya.

Pria berlatar belakang arsitek ini pun berusaha memanage waktu sebaik- baiknya agar bisa menghadiri semuanya, walau buka puasa sendiri waktunya sudah ditetapkan dan serentak.

Seperti halnya Buka Puasa yang digelar di Markas Front Pembela Islam (FPI) di Jl. Sungai Limboto No. 15 Makassar, Sabtu, (17/6). Danny tetap meluangkan waktu menghadirinya sembari salat isya berjamaah, meski akan melaksanakan salat tarawih di tempat lain.

Di kesempatan yang sama, Danny berharap agar Ormas- ormas Islam yang ada di Makassar seperti FPI,NU, Muhammadiyah, dan lainnya bisa mengawal program pemerintah sesuai dengan visi kelembagaan masing- masing. Salah satunya kata Danny, yaitu program pemerintah ‘Jagai Anak ta’, yang menekankan kontrol dan pembinaan yang kuat terhadap generasi muda bangsa ini khususnya anak- anak.

“Memang nilai- nilai ini harus dikawal. Tanpa pengawalan program tersebut akan jadi bias. Maka saya berharap FPI juga ada di dalamnya. Saya berterima kasih ke FPI khususnya di kota Makassar yang selama ini terus mengawal nilai- nilai tersebut dan tentunya dalam bingkai pancasila dan bingkai NKRI,” ungkapnya.

Salah satu imbauan Danny pada ormas Islam tersebut yakni bagaimana membiasakan anak ke mesjid. Meski memang menurut dia, umumnya anak- anak kadang memanfaatkan momen tersebut untuk bermain kejar- kejaran saat orang dewasa melaksanakan ibadah. Namun hal itu tidaklah menjadi soal, sebab akan lebih baik anak- anak senang senang dan terbiasa ke mesjid ketimbang pergi ke tempat lain yang tidak jelas tanpa pengawasan.

Baca juga :  Kepala Inspektorat Makassar Peringati HUT ke 47

“Jangan pernah usir anak- anak dari mesjid. Memang dunia mereka adalah dunia main, yang salah kalau kita orang dewasa yang bermain dan ribut- ribut. Ajari mereka perlahan- lahan. Saya sewaktu seumuran mereka juga senang kejar- kejaran di mesjid. Namun hal itulah yang membuat kami selalu rindu ke mesjid. Niat awal sekedar bermain- main dan perlahan- lahan terbiasa yang akhirnya kita juga akan ikut beribadah dengan khusuk,” jelas Danny.

Dengan demikian anak sebagai masa depan kota ini bisa terselamatkan dari hal- hal negatif yang juga berarti akan menyelamatkan masa depan bangsa ini khususnya di kota Makassar.

Usai bercengkramah dengan Ormas kerap mengenakan jubah dan sorban tersebut, Danny kembali berpamitan dan bergegas untuk menghadiri agenda lainnya yang telah terjadwal.

Seperti itulah keseharian wali kota Danny Pomanto setiap harinya selama bulan ramadhan ini. Pada pukul 16.00 Danny mulai jalan ke beberapa lokasi yang telah berbuka puasa yang telah diagendakan. Sering di satu titik dirinya hanya datang sekadar menyapa dan melepas kerinduan dengan warga, lalu pamit untuk menghadiri agenda serupa di tempat lain. Jika di titik itu bertepatan dengan waktu berbuka puasa, Ia pun berbuka bersama warga namun akan salat magrib di titik berikutnya. Demikian padatnya agenda tersebut, kadang agenda buka puasa bersama lainnya justru dihadiri usai melaksanakan salat tarawih, dengan persetujuan yang punya acara.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top