Makassar

Dibatalkan Pj Wali Kota Makassar, F8 2019 Terbukti Menghidupkan Peradaban Sejarah Seni dan Budaya

MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Beragam kesenian dan Kebudayaan ditampilkan pada panggung Makassar Internasional Eight Festival & Forum 2018 yang digelar di Central Point Indonesia (CPI) Kota Makassar.

Salah satu yang memukai para tamu baik dalam kota maupun dari luar Makassar pada malam pembukaan Event Internasional Eight Festival & Forum 2019, jum’at malam (11/12/19) atau yang dikenal F8, adalah penampilan dari putra putra Kota Makassar dari berbagai sekolah yang tergabung dalam sanggar kesenian ternama di Kota Makassar yakni Tarian Gandrang Bulu dan Paraga.

Tidak hanya Kesenian dan Budaya Sulawesi Selatan, berbagai Kesenian dan Budaya dari kota lainnya ikut meramaikan parade seni dan tari di F8, diantaranya, Kesenian dari Kota Jawa, Sumatera, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan.

Di atas panggung F8 terlihat pada regu penari Gandrang Bulu dimainkan oleh siswa yang masih berstatus Sekolah Dasar, sementara untuk Tari Paraga dimainkan oleh kelompok putra dewasa.

Tari Gandrang Bulo merupakan tarian dari Sulawesi Selatan. Tarian ini merupakan salah satu simbol bagi masyarakat Makassar. Tari ini biasanya dilaksanakan ketika ada pesta rakyat. Dalam melakukan tarian para penari diharuskan terlihat bahagia. Tari Gandrang Bulo juga menggunakan alat yang terbuat dari bambu.

Sementara Tari Paraga adalah tarian khas Sulawesi Selatan yang dimainkan oleh 6 orang laki-laki dengan pakaian adat passapu’ untuk memperlihatkan atraksi dalam memainkan bola raga (bola takraw).

Paraga atau memainkan bola raga dengan konstruksi bola berpindah-pindah dari kaki ke kaki, merupakan aktualisasi a’rannu-rannu, kegiatan yang dilakukan ketika waktu senggang, atau dalam arti lain, bermain dan bersenang-senang.

Paraga atau memainkan bola raga dengan konstruksi bola berpindah-pindah dari kaki ke kaki, merupakan aktualisasi a’rannu-rannu, kegiatan yang dilakukan ketika waktu senggang, atau dalam arti lain, bermain dan bersenang-senang.

Baca juga :  Raih Predikat “Nindya” di KLA 2019, Iqbal : Makassar Naik Kelas

Danny Pomanto inisiator F8 Kota Makassar sangat mengapresiasi dan bangga atas penampilan yang ditunjukkan oleh para putra dan putri kota Makassar. Menurutnya F8 yang digagasnya adalah sebuah wadah dalam menyalurkan seluruh bakat tari dan budaya yang ada di Sulsel secara khusus dan indonesia secara umum.

“Kenapa kita pertahankan F8, malam ini kita kembali saksikan event F8 yang ke 4 ini dan menurut kami sebagai panitia kegembiraan itu hadir bukan hanya para pemain diatas panggung tapi warga Makassar pun ikut merasakan suasana F8 yang bernuangsa kearifan lokal. Meskipun F8 tahun ini diselenggarakan oleh pihak Swasta, tetapi semangat itu tidak pernah luntur, ” kata Danny, sabtu (12/10/19).

“Kita hidupkan terus peradaban sejarah seni dan budaya Sulawesi Selatan khususnya di Kota Makassar ini dan kita tetap junjung tinggi rasa siri’ dan Pacce itu, insya Allah F8 hadir untuk itu, bukan karena politik tetapi seharusnyalah politiklah yang menjaga peradaban sejarah itu, ” ungkap Danny.

Penampilan Seni dan Tari dari Provinsi Jawa Tengah, Kalimantan, Sumatera, NTT pada event F8 tahun 2019 di Central point Indonesia Kota Makassar, jum’at malam (11/10/19).

Sementara Asisten Deputi Segmen Bisnis dan Event Pariwisata Pemerintahan Kementrian Pariwisata, Tasbir, ikut mengapresiasi Event F8. Menurutnya, F8 adalah salah satu Event Pariwisata yang terbaik di Indonesia.

“F8 harus dipertahankan dan ditingkatkan kwalitasnya, jangan dihilangkan karena F8 adalah aset wisata Makassar yang mengagumkan setelah dikurasi. F8 ini menciptakan perputaran ekonomi yang sangat postif, apalagi Makassar adalah pintu perekonomian di Indonesia timur dan F8 bagian dari pintu mengajak orang luar berwisata di Makassar, tidak mudah menciptakan event seperti F8 ini, ” kata Tasbir.

Baca juga :  Badan Pengawas PD Terminal Makassar, Apresiasi Kinerja Team Terpadu.

Diketahui sebelumnya Pj Wali Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyepelekan event F8 dengan membatalkan pelaksanaan Event F8 yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 9 september 2019. Dimana pihak Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel, menilai bahwa F8 bukanlah hal yang proritas untuk dilaksanakan. Bahkan Pemprov Sulsel berencana akan mengahapus Event F8 yang sudah terdaftar pada kalender Pariwisata Nasional dari Kementrian Pariwisata RI. (Al).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top