banner-1

Pemerintahan

Dinas Perdagangan Siapkan Surat Penetapan Penutupan Gudang

Makassar, metrotimur.com – Dinas Perdagangan (Disdag) Makassar saat ini tengah mempersiapkan administrasi berupa surat penetapan penutupan gudang dalam kota.

Upaya ini merupakan bentuk tindak lanjut hasil dari rapat teknis bersama tim terpadu satuan tugas (satgas) penertiban gudang dalam kota untuk menutup dua usaha pergudangan yang belakangan ini masih saja tetap beroperasi.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Pelanggaran Perdagangan dan Industri, Syahruddin, surat penetapan penutupan dua gudang masih berproses di Bagian Hukum Sekretariat Kota Makassar.

Dia menjelaskan, surat penetapan tersebut merupakan bentuk legalitas pemerintah untuk bertindak. Sehingga tidak ada lagi alasan bagi pihak pengusaha kembali menjalankan bisnis pergudangannya ke depan.

Adapun isi surat penetapan tersebut akan disertai dengan bukti administrasi lainnya, seperti surat teguran yang sebelumnya dilayangkan. Termasuk surat penyampaian pemindahan tempat usaha, serta surat imbauan berakhirnya waktu pindah lokasi sejak diterbitkannya surat penyampaian tiga bulan lalu.

“Pemkot Makassar menetapkan dua perusahaan pergudangan segera tutup, dibuatkan penetapan. Kenapa harus ada karena takutnya nanti terjadi yang lalu-lalu, asal ditutup buka lagi besok,” jelas Syahruddin.

Setelah surat penetapan terbit, maka tim terpadu satgas penertiban gudang dalam kota  yang diketuai Asisten I Bidang Pemerintahan, M Sabri, akan meminta bantuan Polrestabes Makassar menurunkan personilnya untuk membekap penutupan gudang.

Apalagi, kata Syahruddin, surat penetapan tersebut merupakan usulan dari pihak kepolisian yang terlibat langsung di tim terpadu.

“Perkiraan setelah rapat teknis kemarin kita  langsung tutup, tetapi pihak Polrestabes minta buatkan surat penetapan yang di tandatangani oleh pemerintah kota,” kata Allu sapaan akrabnya.

Dia menambahkan, sejauh ini para pemilik gudang memang dianggap tidak kooperatif dan tidak menunjukkan itikad baik setelah surat teguran, penyampaian dan imbauan dilayangkan.

Baca juga :  Ridwan Kamil Terima Pinangan Nasdem, Gerindra Tak Marah

Diketahui, tim terpadu segera menutup dua dugang besar dalam kota. Yakni,  PT Rajawali di Jalan Landak Baru dan CV Sumber Pangan Sejahtera di Jalan Maccini Baru yang jatuh tempo pemindahan tempat usahanya sejak 21 Mei lalu. Kemudian, dilanjutkan 27 gudang lainnya.

“Tidak perizinannya, tanda daftar gudang sama sekali tidak ada. Memang di dalam kota tetapi beraktivitas, artinya sengaja melanggar,” tambah Allu.

Kepala Disdag Makassar, Andi Muh Yasir menyebutkan, adapun susunan ketetapan penutupan dua gudang dalam kota sementara dikoordinasikan kepala bidang ke bagian hukum.

Sementara, pihak Polrestabes Makassar meminta kepada tim terpadu untuk berkoordinasi paling lambat lima hari sebelum aksi penutupan.

“Polrestabes minta disampaikan lima hari sebelum turun agar mengatur personilnya untuk membekap. Kalau sudah surat penetapan, okemi kita sampaikan,” tambah Opu sapaan akrabnya.

Adapun stakeholder yang juga terlibat dalam tim terpadu, diantaranya kejaksanaan negeri (kejari) Makassar, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan unsur TNI/Polri.(bud)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top