banner-1

Nasional

DP dan ARW : Harga Tabung Gas Naik Masyarakat Tidak Salah, Itu Akibat..

Danny Pomanto dan Andi Ridwan Wittiri

Makassar, metrotimur.com – Beredarnya informasi terkait tabung gas 3 kilogram akan ditarik, Walikota Makassar Danny Pomanto dan anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan menegaskan bahwa itu kabar hoax.

Walikota Makassar Danny Pomanto berharap masyarakat jangan panik dengan beredarnya berita hoax tersebut. Ia menegaskan bahwa lonjakan harga tersebut sampai ke angka Rp.25 ribuh itu diakibatkan karena informasi hoax itu.

“Masyarakat jangan panik Pertamina sudah jamin stok tersedia dan cukup sampai natal dan tahun baru, ” kata Danny Pomanto.

Kepada awak media Danny Pomanto mengatakan, informasi hoax itu sangat berdampak terhadap masyarakat, ada reaktif negatif pengecer dengan coba mensiasati harga dengan cara menampung gas 3 kilogram, asumsinya karena akan ditarik, kemudian ditampung dengan menaikkan harga sampai ke nilai jual Rp.25 ribu/ tabung. Padahal normalnya itu dikisaran harga Rp. 17 ribu sampai Rp. 18 ribu rupiah, ungkap Danny.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar Andi Muhammad Yasir mengungkapkan, naiknya harga tabung gas 3 kg karena masyarakat langsung memborong. Mereka takut tidak akan mendapatkan gas subsidi.

“Dampaknya stok yang seharusnya cukup jadi berkurang, karena masyarakat ramai-ramai menimbun di rumah,” katanya.

Kondisi ini pun dimanfaatkan oleh sejumlah oknum pengecer dengan menaikkan harga sampai batas tidak wajar. Alasannya tabung gas subsidi sulit diperoleh.

“Padahal di tempat lain masih banyak,” katanya.

Sementara itu , Andi Ridwan Wittiri Anggota Komisi VII DPR RI juga menegaskan, sampai saat ini juga tidak ada keputusan bahwa pemerintah akan mengganti tabung 3 kg ke ukuran 5 kg.

“Jadi jangan percaya berita hoax,” katanya.

Andi tidak ingin menyalahkan masyarakat yang menjual dengan harga tinggi. Karena mereka menjual dengan cara halal. “Bukan mencuri,” katanya.

Baca juga :  Perahu "PATTASAKI" Sita Perhatian di Kemenristei RI

Ridwan menghimbau agar pemerintah dan Pertamina segera turun ke masyarakat memberikan sosialisasi. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top