Hukrim

Fakta Sidang Kasus Dana Hibah KPU Makassar, Terdakwa: Percikan Dana Ke Pemkot Makassar itu Fitnah Yang Dibuat Sabri

MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Dihadapan majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar, Danny Pomanto menyampaikan kesaksianya secara detail terkait anggaran dana Hibah Pemkot Makassar yang kini menjerat dua terdakwa penyalahgunaan anggaran Pilkada Makassar 2018.

Danny Pomanto yang menggunakan kemeja putih sekira pukul 13.00 Wita tiba di Pengadilan Negeri Makassar dengan didampingi oleh sejumlah koleganya. Danny Pomanto diperhadapkan sejumlah pertanyaan baik dari Jaksa Penuntu Umum dan para pengacara kedua terdakwa, Sabri selaku Sekretaris KPU Makassar dan Bendaharanya, Habibi.

Danny memaparkan bahwa anggaran sebesar 60 miliar sebagai dana hibah untuk Pilkada Makassar 2018 itu benar telah digelontorkan oleh Pemkot Makassar dimasa kepemimpinanya saat itu. Bahkan Danny Pomanto juga membenarkan bahwa anggaran 60 miliar tersebut sesuai dengan proposal yang dimasukkan oleh pihak KPU, meskipun sebelumnya, 60 miliar tersebut meandapatkan koreksi dari Pemkot Makassar.

“Memang benar total anggaran hibah untuk Pilkada 2018 itu sebesar 60 miliar, tetapi sebelumnya kami juga melakukan koreksi akan nilainya, tetapi kembali pihak KPU menyampaikan secara detail Rencana Anggaran Belanja yang akan digunakan yang kemudian mencapai angka 60 milliar, ” ungkap Danny Pomanto dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri, kamis (5/12/19).

Terkait adanya temuan penyalagunaan anggaran, menurut Danny Pomanto setelah ada beberapa pihak yang merasa keberatan tentang hak – haknya yang tidak terpenuhi. Informasi itu ditemukan disejumlah pemberitaan media cetak maupun media online.

“60 miliar itu kan sudah disepakati melalui penandatanganan MoU dengan KPU, artinya clear semuanya menjadi kewenangan KPU untuk digunakan sesuai dengan RABnya. Tetapi dalam perjalanan banyak informasi bahwa ada beberapa pihak yang bekerjasama dengan pihak KPU itu tidak terbayarkan dan itu situasi itu juga saya sebagai kandidat telah dianulir oleh KPU, “Saya masuk kembali setelah cuti saat itu”. Mendengar adanya informasi tersebut terkait ada kegaduhan soal anggaran hiba, saya kemudian memerintahkan Inspektorat saat itu untuk mengaudit keuangan KPU, ” kata Danny.

Baca juga :  Nurdin Halid Buka Musda Golkar Pinrang

Kemudian Danny lanjut menyampaikan kesaksianya, bahwa dana hibah 60 miliar tersebut setelah Pemkot serahkan kepada pihak KPU, Danny selaku Wali Kota saat itu tidak lagi ikut campur dalam tekhnis alokasi anggaran belanja KPU.

“Yang pastinya saya tidak ikut campur lagi setelah Pemkot cairkan dana hibah tersebut ke rekening KPU. Acuan kami karena setelah dikoreksi totalnya dengan perencanaan yang diajukan oleh KPU sebelum penandatanganan MoU kan ada proposal rencana belanja dengan total 60 miliar, jika kemudian ada yang bergeser dari RAB, tentu tekhnisnya ada pada KPU bukan lagi pada kami, ” terang Danny Pomanto.

Sementara itu Sabri sebagai terdakwa yang diberikan kesempatan oleh Majelis Hakim untuk menyampaikan pertanyaan dan tanggapan terhadap saksi sempat menyinggung adanya adanya percikan dana ke Pemkot Makassar, dimana saudara terdakwa, Sabri, mengatakan, bahwa ada percikan uang yang mengalir ke pemkot Makassar yang diserahkan oleh Bendahara KPU, saudara Habibi yang juga terdakwa.

“Ada percikan dana yang diantarkan langsung oleh Bendahara saya ke Pemkot Makassar, yaitu ke Kesbangpol dan ada lagi ke OPD lainnya, itu diantarkan langsung oleh Habibi, ” kata Sabri.

Berdasarkan fakta sidang siang tadi, Kamis (5/12/19) pada saat Sabri mengklarifikasi soal percikan dana tersebut seperti yang dia sampaikan dihadapan majelis hakim, tidak satupun yang menyebutkan nama Mantan Wali Kota Makassar Danny Pomanto tentang percikan dana hibah tersebut, melainkan hanya menyebut nama SKPD Pemkot Makassar.

Bantahan soal adanya pernyataan Sabri terhadap Bendahara KPU, Habibi yang disebut dirinya telah menyerahkan percikan dana ke SKPD yang disebutkan oleh terdakwa Sabri, mendapat bantahan dari terdakwa Habibi.

“Maaf yang mulia, apa yang disampaikan oleh terdakwa Sabri soal percikan dana, dimana saya yang disebut mengantarkan atau menyerahkan ke SKPD yang disebut tadi, itu adalah bohong besar dan itu fitnah, saya tidak pernah lakukan hal seperti itu, jadi pernyataan Sabri itu fitnah yang mulia, ” kata Habibi kepada Majelis Hakim. (Ron).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top