banner-1

Hukrim

Fraksi Pendukung Appi – Cicu: Tidak Boleh Fasilitas Negara Digunakan Untuk Kepentingan Kelompok Atau Pribadi

Arifin Dg. Kulle Fraksi PKPI

Makassar, metrotimur.com – Salah satu anggota dewan Makassar Arifin Dg. Kulle dari Partai PKPI mengakui bahwa gedung DPRD dan fasilitas didalamnya merupakan fasilitas negara dan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu, jum’at (6/4/18).

Hal tersebut disampaikan usai menerima perwakilan massa pendukung Cinta Demokrasi diruang pertemuan humas DPRD Makassar, kamis (5/4/18).

“Benar gedung DPRD adalah rumah rakyat dan merupakan fasilitas negara, ” kata Arifin Kulle.

Foto giat Fraksi Pendukung Appi – Cicu (GAS) Senin (19/3/18) di Gedung DPRD Makassar

Terkait giat GAS Appi – Cicu apakah masuk dalam kategori pelanggaran apa tidak, Arifin Kulle tidak bisa menjelaskan secara detail, namun pada inti pengakuan Arifin Kulle, seluruh fasilitas di gedung di DPRD tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

“Jadi pada dasarnya tidak boleh ada kegiatan pribadi atau kelompok lalu kemudian menggunakan fasilitas negara, itu pada dasarnya. Namun untuk giat GAS Appi – Cicu atau ke 13 anggota dewan tersebut biarlah hukum yang menafsirkan, kita serahkan saja kepada proses hukum, ” terang Arifin Kulle, kamis (5/4/18).

Seperti yang dilansir oleh salah satu media online, 13 anggota dewan (GAS) saat massa mendatangi kantor DPRD Makassar untuk menemui ke 13 dewan tersebut sedang berada di jalan Balai Kota sedang bersantap ikan bakar, juga turut disebut namanya oleh salah satu anggota GAS dari fraksi PPP, Busrnauddin Baso Tika, sebelum menemui perwakilan massa, Arifin Dg. Kulle juga berada di Jalan Balai Kota.

Sementara dari informasi yang berhasil dikumpulkan, kamis (5/4/18) salah seorang staf DPRD Makassar yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan saat di konfirmasi, ke 13 anggota dewan tersebut sedang berada diluar kota.

Baca juga :  Penertiban PK5 Dikecamatan Manggala Terus Digalakkan

“Semuanya (13 orang) sedang berada diluar kota, saya juga tidak tahu tujuannya kemana dan agenda apa, ” kata oknum staf DPRD tersebut, kamis (5/4/18).

Karena tidak berhasil menemui 13 anggota dewan pendukung Appi – Cicu, Aliansi Masyarakat Makassar Cinta Demokrasi memberikan tenggat waktu selama 3× 24 jam untuk segera diproses secara adil, kemudian tuntutan selanjutnya adalah meminta kepada 13 anggota dewan makassar untuk mengklarifikasi atas ancaman Busranuddin Baso Tika yang disampaikan digiat GAS Appi – Cicu pada tanggal 19 maret 2018 di Gedung di DPRD yang ditayangkan oleh beberapa media. (Skd/05)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top