banner-1

Politik

Gagal Fokus, Anggota Dewan Pendukung Appi – Cicu Panik

Fraksi pendukung Appi - Cicu

Makassar, metrotimur.com – Akibat gagal fokus, tindakan puluhan anggota DPRD Makassar yang mengatasnamakan Gerakan Aksi Fraksi (GAS) menggunakan fasilitas negara yakni Gedung DPRD Makassar untuk mengkampanyekan calon wali kota dan wakil wali kota, Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) di Pilwalkot Makassar dinilai sebagai bentuk kepanikan.

Lantaran hasil suveri yang dirilis dua lembaga berbeda menyatakan elektabilitas pasangan nomor urut 2, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) mengungguli Appi-Cicu, belum lama ini.

Koordinator Dewan Pengarah Menara DIAmi, Djusman AR sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan puluhan anggota DPRD tersebut yang kini menjadi sorotan publik dan penyelenggara pemilihan umum.

Dia menilai tindakan tersebut bentuk kepanikan para anggota dewan yang notabenenya berasal dari partai politik (Parpol) pengusung Appi-Cicu.

“Apa yang dilakukan sahabat dewan sangat kita sayangkan. Kok bisanya kebablasan sehingga kemudian menggelar menyampaikan dukungan ke publik kepada Appi-Cicu, bahkan memasang spanduk tanpa mengingat sama sekali aturan,” pungkasnya, Selasa (20/3/2018).

“Apakah mereka lupa, atau sama sekali tidak tahu aturan, tidak ngerti aturan atau bagaimana. Inikan tempat yang digunakan adalah fasilitas negara. Entah apakah karena bentuk kepanikan sehingga melakukan sesuatu yang menyimpan ketentuan,” sambungnya.

Bahkan, Djusman AR menganggap tindakan para sahabatnya itu sama sekali tidak mencerminkan pendewasaan berpolitik. Ditambah pernyataan mereka yang akan memboikot kebijakan pasangan DIAmi jika terpilih nantinya, Juni mendatang.

“Apa yang dilakukan sahabat dewan tidak mencerminkan demokrasi yang baik. Terlebih kengototan mereka bagaiamana calonnya terpilih, mereka lupa kalau ini pelanggaran, baik jikalau tidak menggunakan fasilitas lainnya,” ujarnya.

“Indikator mereka kurang menjiwai demokrasi itu ialah publik tahu dan kita semua tahu bahwa semua yang hadir menyatakan sikap pendapat akan memboikot kebijakan Pak Danny jika terpilih, sudah tidak mencerminkan pendewasaaan demokrasi,” lanjut Djusman.

Baca juga :  Saksi Appi - Cicu: Saya Tidak Pernah Diarahkan Untuk Mendukung Danny Pomanto

Djusman menambahkan, atas kejadian ini mempertegas jika jagoannya berdiri tegak bersama suara-suara koalisi rakyat. Kata dia, apa yang menjadi kebikajan DIAmi dibuat untuk rakyat tidak untuk diboikot.

“Yang harus di garis bawahi, mereka (Tim Appi-Cicu) ini siap menang tetapi tidak siap kalah, kan begitu. Harusnya tidak dikaitkan sejauh itu (boikot kebijakan), karena kebijakan dibuat jelas untuk rakyat,” tutupnya.(Sqd)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top