Hukrim

Hotel Myko Tunggak Pajak Miliaran Rupiah, KPK: Sesuai Perintah UU Kami ingatkan Bapenda Makassar dan Pengusaha

Korsupgah KPK RI, Adliansyah Malik Nasution

MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Menyikapi tunggakan pajak Hotel Myko yang mencapai miliaran rupiah KPK RI mengingatkan Bapenda Makassar agar melakukan pengelolaan dan penagihan pajak tersebut berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kordinator Korsupgah KPK RI, Adliansyah Malik Nasution. Choki sapaan akrabnya mengatakan, seharusnya pelaku usaha seperti perhotelan patuh terhadap kewajiban pembayaran pajak.

“Pengusaha Hotel harus patuh atas kewajibannya membayar pajak, kita juga ingatkan Bapenda Makassar agar melakukan pengelolaan dan penagihan pajak sesuai dengan perundang – undangan, ” kata Choki, di Jakarta, ahad (27/12/19).

Untuk Bapenda Makassar lanjut Choki, Korsup KPK bersama dengan Kasie Datun Kejari Makassar itu sudah melakukan pendampingan dan mengingatkan dan kita selalu ingatkan Bapenda Kota Makassar agar melakukan pengelolaan dan penagihan pajak berdasarkan ketentuan yang berlaku.

“Kami (KPK – JPN) tidak henti – hentinya mengingatkan, kalau ada Pengusaha Hotel yang nakal, Bapenda harus tegas, kan ketegasan itu jika sudah tidak berkesesuaian dengan peraturan, berarti ada konsekuensi kalau pengusaha hotelnya bandel, ” tegas Choki.

Kemudian Choki menjelaskan, bahwa untuk usaha perhotelan biasanya ada 5 jenis pajak daerah yang terkait, yang pertama itu PBB, Pajak Hotel, Pajak Parkir, Pajak Air bawah tanah dan yang ke 5 adalah Pajak Hiburan dan ketentuan Pajak tersebut sudah diatur jelas pada UU 28 tahun 2009 dan tentunya Perda dan Perwali yang terkait.

Dengan demikian, kami kembali ingatkan baik itu pihak Bapenda Makassar maupun para pengusaha hotel, seyoganya pelaku usaha perhotelan juga harus menyelesaikan kewajibannya dan tunduk kepada ketentuan yang berlaku, tutup Choki.

Sebelumnya seperti yang dikutip salah satu media online koranmakassar.com, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar menyebut tunggakan pajak reklame Hotel Myko mencapai 1, 1 Miliar.

Baca juga :  Beredar Video Penjambret Diamuk Warga Sukaria 9

Pajak reklame videotrone 10 x 14 meter yang terpampang di hotel mewah berlokasi bersebelahan dengan Mall Panakkukang (MP) Jl Boulevard Makassar ini, menunggak sejak 2018 lalu dengan nilai lumayan besar yakni Rp. 1,116,278,240 miliar.

Dikonfirmasi, Pretty, Asisten Manager Hotel Myko mengakui tidak mengetahui begitu pasti persoalan tunggakan pajak tersebut.

“Terus terang belum sepenuhnya saya ketahui, tapi nanti dikroscek ke Manajemen dulu duduk masalahnya. Saya hanya bawahan, segala sesuatu mesti dikonfirmasi pada atasan.” kata Asisten Manager Hotel Myko Pretty , Jumat kemarin (27/12/2019).
Dia menambahkan, jika saat ini General Manager Hotel Myko sedang cuti sehingga belum bisa memberikan keterangan kepada awak media.

Sehari sebelumnya (kamis 26/12), tunggakan pajak Hotel Myko senilai 1,1 miliar terkuak saat Bapenda Makassar mengundang 32 wajib pajak yang menunggak sejak tahun 2018, di ruang pola lantai 3, kantor Bapenda Jl. Urip Sumoharjo.

Kepala Bapenda Kota Makassar, Irwan Adnan mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan teguran kepada pemilik reklame untuk segera membayar tunggakan pajak tersebut, dan memberikan kebijakan untuk menyicil atau dibayar sekaligus.

“Kita beri kebijakan, tunggakannya bisa di cicil dan bisa di bayar langsung semua,” ungkapnya, Jumat kemarin (27/12/2019).

Kendati demikian, Irwan Adnan menegaskan jika dalam waktu dekat tunggakan tersebut tidak terbayar maka pihaknya akan melimpahkan persoalan itu ke Kejaksaan negeri.

Saya kalau tidak mau bayar melalui mekanisme yang ada, kita sudah kasih kebijakan, kita sudah kasih ruang, tetapi kalau dia tidak mau bayar. Ya silahkan berhubungan dengan kejaksaan,” tukasnya. (*Ron).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top