banner-1

Makassar

Ingkar Janji, Dewan Pendukung Appi – Cicu Lebih Memilih Tinggalkan Gedung DPRD

Ruang Aspirasi DPRD Makassar

Makassar, metrotimur.com – Aparat Kepolisian mengambil alih tugas anggota dewan sebagai penerima aspirasi rakyat.

Hal itu terlihat di ruang aspirasi rakyat DPRD Makassar, Kamis (12/4/18). Salah seorang anggota kepolisian berpangkat perwira menengah, AKBP Wati Mulking dan salah seorang perwira laki – laki berpangkat Kompol, sedang menerima 15 orang perwakilan dari Aliansi Masyarakat Makassar Cinta Demokrasi, tanpa ada satupun anggota dewan Makassar.

Merupakan salah satu fungsi yang sangat penting dari DPRD, yaitu menyerap, menghimpun dan juga meninjaklanjuti aspirasi dari masyarakat.

Sebagai lembaga Negara yang merupakan wakil rakyat, maka dari itu, DPRD wajib dan memiliki tugas untuk mendengarkan aspirasi serta keluhan dan kebutuhan masyarakatnya yang sama dengan tugas dan fungsi MPR. Setelah itu, DPRD sudah sepantasnya memiliki wewenang untuk menghimpun, dan membahas mengenai penindak lanjutan dari aspirasi masyarakat daerah.

Hal ini merupakan salah satu tugas utama DPRD sebagai lembaga legislative yang merupakan wakil rakyat, yang merupakan penghubung antara masyarakat atau rakyat daerah biasa dengan pemerintahan.

Namun berbeda dengan fakta yang terjadi di DPRD Makassar, fungsi dewan sebagai tempat aspirasi rakyat itu dikebiri karena keangkuhan dan kecongkakan, bahkan dengan sengaja menyepelekan apa yang menjadi aspirasi rakyat yang juga telah diamini namun akhirnya Badan Kehormatan Dewan yang menjadi kontrol bagi anggota dewan justru berbalik meninggalkan rakyatnya yang sedang datang menangih janji yang telah disepakati bersama.

“Ini pembodohan lagi yang dilakukan oleh anggota dewan yang tergabung dalam Badan Kehormatan Dewan Makassar, pasalnya mereka sendiri yang telah berjanji akan menyerahkan surat putusan atas pelanggaran 13 anggota dewan, hari ini bukan hanya BK Dewan yang menghilang tapi seluruh anggota dewan tidak masuk kerja, ” kata Imran Yusuf, Jendral lapangan Aksi Damai Cinta Demokrasi, Kamis (12/4/18).

Baca juga :  Pilwalkot Makassar: Benarkah Incumbent akan Melawan Kotak Kosong ?

Sebelumnya salah satu anggota BK Dewan Makassar, dihadapan massa berjanji dalam waktu 3× 24 jam akan menyerahkan surat putusan terkait kesalahan 13 anggota dewan Makassar yang tergabung dalam Gerakan Aksi Fraksi (GAS) yang mengkampanyekan paslon Pilwalkot Appi – Cicu dengan menggunakan fasilitas negara Gedung DPRD Makassar.

Siang tadi massa yang datang ke gedung DPRD Makassar tidak berhasil bertemu dengan satupun anggota dewan termasuk BK dewan Makassar. Dari keterangan yang berhasil dihimpun dari beberapa staf DPRD Makassar, 50 anggota dewan sejak pagi tadi tidak ada yang berada di kantor termasuk anggota dewan yang bertugas sebagai piket penerima aspirasi warga.

“Kalau anggota dewan yang ke luar kota itu ada 25 orang, kemudian 25 orangnya ada di Makassar tapi lagi ke pesta perkawinan salah satu staf DPRD Makassar, ” kata salah seorang staf DPRD Makassar yang tidak mau disebutkan namanya.

Saat dikonfirmasi untuk anggota dewan yang bertugas (piket) untuk menerima aspirasi warga, Staf tersebut mengatakan, “Biasanya memang ada yang piket biasanya 10 orang atau minimal 5 orang setiap hari kerja, tapi tidak tahu hari ini kenapa tidak ada yang piket, ” terangnya. (Sqd05).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top