banner-1

Peristiwa

Jadi Korban Banjir, Warga Manggala Tuntut Pengelola Bukit Baruga Antang

Banjir dijalan Poros Nipa - Nipa Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala, Kota Makassar

Makassar, metotimur.com – Akibat terkena dampak banjir, warga Nipa Nipa Antang Kecamatan Manggala tuntut pihak pengelola Bukit Baruga Antang untuk memenuhi janjinya.

Intensitas hujan yang turun dalam beberapa hari ini, Jalan Poros Nipa – nipa Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala terendam banjir yang disertai dengan arus air yang keras. Banjir yang terjadi di Nipa – nipa Antang, Menurut salah seorang tokoh masyarakat Nipa – nipa , H. Mustang, banjir tersebut diakibatkan dari dampak pengembangan kompleks Bukit Baruga II Antang yang telah menimbun kanal sekunder yang menjadi satu – satunya akses air menuju sungai Tello.

Warga Nipa – Nipa Manggala, sangat menyayangkan sikap pengelola Bukit Baruga Antang yang tidak komitmen, dimana sampai hari ini kesepakatan yang telah dibuat bersama dengan warga Nipa – nipa untuk membuat kanal baru sebagai ganti kanal yang telah ditimbun oleh pengelola Bukit Baruga saat melakukan pengembangan perumahan Bukit Baruga II pada tahun 2013 silam, dimana saat melakukan penimbunan lahan milik Bukit Baruga tersebut, sungai kecil ( kanal) yang merupakan akses air kiriman dari sungai kajenjeng menuju sungai Tello yang terletak di kampung Nipa – Nipa ikut di timbun oleh pihak Bukit Baruga Antang.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Nipa – nipa, H. Mustang saat ditemui di kediamannya mengatakan, pihak Bukit Baruga Antang pernah berjanji akan segera membuat kanal yang baru sebagai ganti Kanal yang telah pihaknya (Bukit Baruga) telah ditimbun, namun sampai sampai hari ini belum juga direalisasikan.

“Kami sangat menyayangkan pihak Bukit Baruga Antang yang tidak komitmen dengan janjinya, sejak 2013 warga dijanji bahwa pihaknya akan mengganti kanal yang telah mereka timbun dengan kanal buatan yang akan dibuat oleh pihak Bukit Baruga setelah mendapat protes dari warga Nipa – Nipa, tetapi sampai tahun ini 2017 janjinya belum juga direalisasikan, bahkan dampak dari tertimbunnya kanal tersebut dari tahun ke tahun semakin parah, bahkan dengan kondisi separah ini pihak pengelola Bukit Baruga tidak pernah muncul, ” Kata H. Mustang.

Baca juga :  Paskibra SMAN 12 Makassar Siap Kibarkan Merah Putih

Menurut H. Mustang , sejak awal warga sudah sampaikan kepada pengelola Bukit Baruga Antang, silahkan menimbun dan membangun perumahan diatas tanah miliknya, tetapi kami minta, kanal yang ada di sekitaran lahan yang dibebaskan oleh Bukit Baruga jangan sampai terganggu atau sampai tertimbun, karen kanal itu satu – satunya akses air baik itu pada saat musim kemarau apalagi pada saat musim hujan, tetapi sepertinya pengelola Bukit Baruga tidak juga menghiraukan permintaan warga, ” Kata H. Mustang saat ditemui dikediamanya, jalan Nipa – Nipa Antang, Jum’at pagi (22/12/17).

Lanjut H. Mustang menceritakan, pada saat penimbunan lahan tepatnya diawal tahun 2013 untuk rencana pembangunan kompleks Bukit Baruga II (dua), pihak Bukit Baruga kemudian melakukan penimbunan lahan termasuk kanal yang ada disekitar lahan milik Bukit Baruga. Melihat kanal sekunder ikut tertimbun, terjadilah protes terhadap pengelola Bukit Baruga Antang dari warga Nipa – nipa yang dipimpin langsung oleh salah seorang tokoh pemuda yang berinisial HS.

“Pernah di lakukan demo waktu kanal tersebut ditimbun oleh pihak Bukit Baruga Antang, protes warga sempat membuat aktifitas penimbunan pihak Bukit Baruga Antang terhenti, karena merasa terhalangi denga aksi warga Nipa – Nipa, akhirnya kami pun diajak bertemu untuk bermusyawarah oleh pengelola Bukit Baruga dengan kesepakatan, pihak Bukit Baruga bersedia membuat kanal baru sebagai ganti Kanal yang telah mereka timbun, saat itu juga warga sepakati, ” ungkap H. Mustang.

Namun sejak perjanjian yakni disekitar tahun 2013 itu yang disepakati antara warga dan pihak Bukit Baruga untuk pembuatan kanal baru melalui musyawarah, sampai saat ini pihak Bukit Baruga terus ingkar dan belum juga merealisasikan janjinya sampai saat ini, Kata H. Mustang.

Baca juga :  Cegah Pohon Tumbang Susulan, Danny Perintahkan Dinas Terkait Untuk Tebang Pohon Besar di Panaikang

H. Mustang mengakui, sebelum adanya pembangunan dan penimbunan kanal yang dilakukan oleh pihak Bukit Baruga Antang, kami tidak pernah mengalami kebanjiran seperti sekarang ini, tetapi tertimbunnya kanal tersebut yakni sekitar tahun 2013 warga pun mulai merasakan banjir bahkan sejak tertimbunya kanal tersebut, rumah saya dan rumah saudara saya pernah rubuh akibat terjangan aliran air dari sungai kajenjeng, pasalnya akses air menuju sungai Tello sudah tertimbun, Ungkap H. Mustang.

H. Mustang berharap, pihak pengelola Bukit Baruga Antang untuk ikut prihatin dengan kondisi warga yang kini harus menjadi korban banjir akibat pengembangan bisnisnya dimana langkah Pihak pengelola Bukit Baruga Antang dengan cara menimbun kanal untuk kepentingan usahanya telah berdampak buruk bagi masyarakat yang ada disekitarnya, olehnya kami sebagai warga meminta dengan sangat kepada Pihak pengelola Bukit Baruga Antang untuk dapat memenuhi janjinya, harap H. Mustang. (ron).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top