Hukrim

Kasus Fee 30 persen Kembali Bergulir, AMAK: Tangkap Legislator Makassar dan Mantan Camat Yang Terlibat

MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (AMAK) Kota Makassar mengapresiasi keseriusan penyidik Mabes Polri dalam mengungkap kasus fee 30 persen yang melibatkan para mantan Camat dan sejumlah legislator Makassar.

Hal itu disampaikan saat oleh puluhan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (AMAK) kota didepan Kantor Kepolisian Daerah Sulsel, jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, 24 juni 2019.

Dalam orasinya Abdul Azis Nasar, AMAK mendukung penuh Bareskrim Mabes Polri untuk mengusut dan menangkap penikmat dana Fee 30%” dan Menyelidiki dan mengungkap aliran dana fee 30% yang diduga mengalir ke kantong2 anggota DPRD Makassar.

Menurut AMAK, kasus 30 persen seyogyanya sudah terselesaikan proses hukumnya, dimana kasus fee 30 persen tersebut bergulir pada momentum Pilkada 2018 yang lalu. Namun dari pantauan dan pengawasan AMAK selama kasus fee 30 persen belum juga diketahui sejauh mana proses hukumnya.

“Kami mengapresiasi Bareskrim Mabes POLRI agar kiranya bekerja transparan ke publik terkait perkembangan penanganan perkara kasus ini serta tidak menutup-nutupi jika ada temuan keterlibatan oknum legislator serta Bareskrim harus Indenpenden dan menolak segala intervensi terhadap kasus ini. Kasus ini menyita perhatian publik, menurut kepolisian sekitar tiga ratus lebih saksi yang sudah diperiksa, tentunya kami berharap kasus ini tidak jalan ditempat (mandek). Kami menilai selama ini Penanganan kasus ini agak tertutup ke publik,” kata Abdul Azis Nasar dalam orasinya, senin (24/6/19).

Selain itu pihaknya juga meminta untuk menangkap para mantan Camat Kota Makassar dan Legislator Makassar yang diduga kuat telah melakukan kongkalikong melakukan penyalahgunaan jabatan dan penyalahgunaan uang rakyat dalam kasus yang merugikan negara hingga kurang lebih Rp20, 4 miliar.

Baca juga :  Fraksi Pendukung Appi - Cicu: Tidak Boleh Fasilitas Negara Digunakan Untuk Kepentingan Kelompok Atau Pribadi

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa ratusan saksi pada kasus, diantaranya 15 mantan camat se-Kota Makassar serta sejumlah anggota DPRD Makassar periode 2014-2019, termasuk Ketua DPRD Makassar, Farouk M Beta.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengaku sangat mengapresiasi penyampaian pendapat para mahasiswa, dirinya juga memastikan pihak Bareskrim Polri bakal menyelesaikan kasus tersebut.

“Terima kasih demo yg mendukung polisi mengusut kasus tipikor. Kasus tersebut ditangani bareskkrim. Kami sangat yakin bareskrim akan menuntaskan kasus tersebut,” bebernya.

Adapun pernyataan sikap AMAK Kota Makassar sebagai berikut ;

1. Menyelidiki dan mengungkap aliran dana fee 30% yang diduga mengalir ke kantong – kantong anggota DPRD Makassar

2. Melaksanakan tugas penyelidikan ataupun penyidikan secara transparan

3. Menetapkan tersangka baru atas kasus yang merugikan keuangan Negara

4. Menyelesaikan kasus ini sesegera mungkin dan secara terbuka

5. Melimpahkan berkas perkara tersangka ke kejaksaan

6. Konsistensi dalam menyelesaikan kasus fee 30 % yang melibatkan oknum pemerintah Kota Makassar

7. Tangkap para mantan Camat Kota Makassar dan Legislator Makassar yang diduga kuat telah melakukan kongkalikong melakukan penyalahgunaan jabatan dan penyalahgunaan uang rakyat dalam kasus fee 30%. (*/ri).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top