banner-1

Hukrim

Kejari Makassar Segera Usut Fasum Fasos Yang Dialih Fungsikan

Makassar, metrotimur.com – Tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar berjanji mengusut adanya permainan mafia tanah dalam dugaan pengalihan fasum fasos milik Kota Makassar yang berada tepat di depan Makassar Town Square (M’TOS) Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kec. Tamalanrea.

“Kalau aset milik Pemkot Makassar, itu jelas tidak bisa diperjualbelikan. Apalagi tanpa sepengetahuan Wali Kota, tentu itu melanggar hukum,” tegas Alham, Kepala Seksi Intelijen Kejari Makassar via telepon, Sabtu (9/9/2017).

Ia berjanji mendekat ini akan menelusuri serta melakukan pengecekan secara langsung adanya pengalihan fasum fasos milik Kota Makassar yang terletak di depan M’Tos itu.

“Apalagi kebetulan juga kini kita tengah mengusut 464 aset Fasum dan Fasos milik Pemkot Makassar yang diduga telah beralih fungsi serta kepemilikannya,” tutur Alham.

Aset berupa lahan yang diduga telah diperjualbelikan tersebut dikabarkan kini bukan lagi milik aset Pemkot Makassar. Lantaran status kepemilikan tanahnya telah beralih status menjadi hak milik. Bahkan lahan tersebut rencananya akan dibangun 12 petak ruko untuk tujuan komersialisasi.

Lahan milik negara diperkirakan seluas 1 hektar lebih itu telah di klaim sebagai lahan pribadi milik pengembang property. Lahan itu dulunya akan dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) namun belakangan dikabarkan akan dibangun beberapa ruko.

Mantan Camat Tamalanrea, Muh Yarman AP sangat menyayangkan jika lokasi fasum fasos di depan M’Tos Makassar itu dicaplok dan dikuasai oleh oknum pengusaha property. Padahal, menurutnya lokasi tersebut dalah fasum fasos milik Kota Makassar.

“Lokasi itu fasum fasos, tidak boleh dibanguni ruko kecuali untuk taman atau membangun masjid dan fasilitas umum lainnya boleh saja. Tapi kalau ruko itu pribadi,” kata Yarman.

Kata dia, status fasum fasos di depan M’Tos itu tercatat dalam database Dinas Tata Ruang Kota Makassar.

Baca juga :  Berikut Peran Jentang Dikasus Buloa

“Makanya saya waktu Camat dulu pertahankan itu, bahkan saya dulu mau baku sikat gara gara itu lokasi,” beber Yarman.

Bahkan lanjut dia, di era mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin seluruh pemerintah kecamatan selalu diingatkan untuk mengawasi dan menjaga lokasi fasum fasos tersebut. Jangan sampai jatuh ditangan oknum warga yang tak bertanggung jawab.

“Waktu peresmian pos polisi depan MTos kan pak Ilham tegaskan itu, bahwa lokasi itu mau dibuatkan taman dan joging track. Tolong lokasi itu dijaga baik baik. Waktu itu juga Pak Kapolda hadir dalam peresmian pos polisi,” jelas Yarman.

Lahan seluas 1 hektar lebih itu merupakan fasum fasos dari PT Sari Tama yang sudah diserahkan resmi ke Pemkot Makassar.

“Sekali lagi bisa di cek di Tata Ruang, disitu ada site plannya. Saya tahu persis itu, karena saya dulu yang berjuang, menjaga agar lokasi itu tidak di caplok oknum warga,” tegas Yarman.

Ia berharap Lurah dan Camat sekarang agar tidak main main dengan persoalan ini. Karena kata dia masalah fasum fasos adalah hak masyarakat.

Sementara Kepala Bidang Perizinan pada Dinas Perizinan Kota Makassar, Faisal mengaku belum mengetahui jika ada permohonan IMB untuk Ruko di daerah itu.

“Tidak adapi masuk, nanti saya tanyakan anggotaku dulu. Tapi kalau memang itu fasum fasos tidak bisa kita terbitkan IMB nya. Meski Camat dan Lurah sudah tanda tangan,” kata Faisal.

Tidak hanya sampai disitu, di wilayah Kecamatan Manggala juga masuk dalam daftar pengusutan oleh pihak kejaksaan, dimana diduga beberapa fasum fasos yang di Wilayah Perumnas Antang ada yang dialih fungsikan oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab. (Ek/Ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top