banner-1

Makassar

Kemensos RI Bekerjasama Bank BRI Salurkan Beras Sejahtera, Makassar Dapat Jatah 39.000 KK

Foto Penerima Rastra Kelurahan Panaikang

Makassar, metrotimur.com – Berubahnya Beras Raskin ( Raskin) menjadi Beras Sejahtera (Rastra) yang di programkan oleh Pemerintah Pusat, sejumlah penerima raskin di Kelurahan Panaikang Kecamatan Panakukang melakukan protes terkait perubahan data penerima raskin, di mana sebagian warga penerima raskin yang terdaftar namanya, sudah tidak mendapatkan jatah raskin lagi, Minggu (02/04/17).

Setelah Kemensos RI megintegrasikan Raskin ke Rastra , menuai protesi dari para penerima raskin, pasalnya sejumlah penerima raskin merasa tidak mendapatkan haknya lagi, merasa keberatan, alasannya terjadi perubahan tanpa ada penyampaian atupun semisal sosialisasi ke tingkat bawah.

Diketahui jumlah penerima raskin yang ada di Kota Makassar berdasarkan jumlah yang terdaftar di Kementrian sekita 39.000 ribu KK, jumlah penerima Raskin yang totalnya 39.000 ribu KK tersebut adalah data lama, meskipun dari data validasi BPM sebelum Penanganan Raskin di limpahkan ke Dinsos Makassar, total penerima Raskin di Makassar di Akhir Desember 2016 di kisaran angka kurang lebih 5 ribuan KK. Namun Pemerintah pusat melalui Kemensos tetap akan memgacu kepada data yang lama yakni 3982 KK untuk Makassar.

Hal tersebut di sampaikan oleh salah seorang TKSK Dinsos Makassar, Ismail, kepada metrotimur.com, ” Bahwa berubahnya nama Raskin menjadi Rastra, pada intinya data penerima tidak akan berubah namun sistem pembayaran raskin yang berubah dengan model voucher.

” mengenai jumlah yang akan menerima Rastra pada intinya tidak akan berubah, cuman alokasinya bertahap, untuk Makassar, di awal tahun ini 2017, Kemensos RI bekerja sama dengan Bank BRI, sudah mengalokasikan sebanyak dua kali tahap yang pertama 7000 KK kemudian yang kedua 5000 KK, mengenai sistim pengalokasiannya, Kemensos RI bekerja sama dengan Pihak Bank BRI dan pihak agen yang di percayai oleh pihak BRI “, Terang, Ismail.

Baca juga :  Antusias Pengunjung Malam Penutupan F8 Mencapai Ratusan Ribu Orang

Setelah terintegrasinya Raskin ke Rasrta,sistim penyalurannya ikut berubah juga,Rastra sudah tidak di Kelurahan lagi melainkan melalui agen yang ditunjuk oleh pihak Bank BRI, kemudian sistim transaksinya cukup menggesek kartu Voucher tersebut, di mana di dalam kartu voucher tersebut ada nominal uang yakni sebesar Rp. 110.000,- , jadi masyarakat sudah tidak mengeluarkan lagi uang pribadinya untuk mendapatkan beras, jadi barang transaksi voucher tersebut tetap dalam bentuk beras, adapun jumlah beras yang di tanggung oleh Voucher tersebut seberat 30 Kg ,Kata Ismail, kepada metrotimur.com , minggu (02/04/17).

Sekedar di ketahui bantuan ini adalah merupakan program pusat yang di sebut Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BNPT ini merupakan terobosan Pemerintah Pusat dengan tujuan peningkatan Kesejahteraan Rakyat, jadi masyarakat tidak di bebani lagi untuk mendapatkan Raskin cukup mengunakan voucher tersebut ke agen yang di tunjuk oleh pihak Bank BRI di Kelurahan masing – masing.

Lanjut ,terkait agen yang di tunjuk oleh pihak Bank BRI, adalah orang atau pengusaha yang punya kemampuan berhubungan dengan perbankan. Agen yang di bentuk tersebut boleh dari masyarakat ataupun pengusaha dengan cara mendaftarkan dirinya di pihak BRI untuk menjadi agen BNPT.

Adapun kedepannya jika terjadi transaksi atau dalam bentuk uang tunai untuk mendapatkann Rastra, Kemensos tidak bertanggung jawab lagi, jadi inti BNPT sifatnya tidak membebani masyarakat miskin.

Sekedar di ketahui dalam waktu dekat ini, tahap ke 3 (tiga) pembagian Rastra untuk Makassar sekitar 10.000 KK , kita berharap bisa secepatnya tersalurkan, namun itu kembali bagaimana kesiapan Kementrian Sosial untuk menglokasikannya secepatnya, Kata Ismail.

Perlu diketahui terkait dengan aduan masyarakat yang ada di Kelurahan Panaikang Kecamatan Panakukang, jika bagi penerima raskin yang sudah meninggal dunia masih tetap terdaftar sebagai penerima Rastra, itu Karena pihak Kementrian Sosial masih mengacu kepada data lama yakni 3900 KK penerima raskin.

Baca juga :  BALITBANG Kementrian PU - PR Kunjungi Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman Makassar

” untuk penerima Rastra yang sudah meninggal dunia jika mengacu kepada data lama maka tetap akan mendapatkan jatah raskinnya, tanpa mempengaruhi penerima raskin yang lain, namun tetap akan dilakukan perubahan dengan cara mengganti kepada ahli warisnya dengan cukup membawa Kartu Kelurganya (KK) kemudian di lakukan musyawarah ditingkat Kelurahan “, Jelas Ismail.

Memang kita akui, Kata Ismail, ” banyaknya kesalah fahaman yang terjadi di bawah karena kurang tajamnya sosialisasi yang kita lakukan, itu juga di akibatkan ada percepatan penyaluran yaitu di tahap awal dan tahap kedua, namun kami dari Dinsos Makassar, berharap masyarakat yang masuk dalam ketegori penerima raskin untuk bersabar, Karena jika terdaftar nama di data yang lama mereka akan dapatkan haknya “, Kata Ismail. (ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top