banner-1

Politik

Keterangan Saksi Fakta, Gugatan Appi – Cicu Tidak Pernah Terlaporkan di Panwas

Saksi Fakta Appi - Cicu (PT TUN)

Makassar, metrotimur.com  – Masa sidang ketiga sengketa Pilwakot Makassar 2018 di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Sulsel, Kuasa Hukum Appi – Cicu menghadirkan dua orang saksi, Rabu (7/3/18).

Dua orang saksi tersebut diantaranya Salah satu Ketua RT dari Kelurahan Tamamaung yakni Junaedi yang akrab disapa RT Mudayya dan Muh.Taufiq sebagai saksi terkait pengangkatan tenaga kontrak sukarela.

Dari fakta sidang, kedua saksi Appi – Cicu didepan majelis hakim mengakui, tiga materi gugatan Appi – Cicu yang asumsinya adalah merupakan pelanggaran pemilu, yakni pembagian Smartphone RT/RW, pengangkatan tenaga kontrak terbatas dan penggunaan tagline dua kali tambah baik seperti yang dituduhkan kepada petahana Danny Pomanto tentang penyalahgunaan kewenangannya untuk kepentingan politiknya.

Dari pengakuan kedua saksi dihadapan majelis hakim, RT Mudayya (Junaedi) sebagai saksi fakta untuk smartphone RT/RW dan Muh.Taufiq untuk saksi fakta untuk pengangkatan tenaga kontrak terbatas menyampaikan bahwa keduanya tidak pernah melaporkan kepada Panwas Makassar sebagai sebuah pelanggaran.

“Untuk pengisian formulir dukungan dan pembagian smartphone RT/RW saya tidak pernah melaporkan kepada panwas, ” kata RT Mudayya dihadapan majelis hakim.

Sementara itu Muh.Taufiq berdasarkan fakta sidang dalam kesaksiannya mengatakan, pengangkatan tenaga kontrak terbatas ia tidak mengetahui soal hubungannya dengan dukungan kepada salah satu calon.

Sementara itu Muh. Taufiq sebagai saksi untuk gugatan Appi – Cicu terkait Pengangkatan tenaga kontrak terbatas, Taufiq yang juga telah mendapatkan SK kontrak sebagai guru setelah selama 6 tahun menjadi tenaga sukarela tidak pernah merasa diarahkan untuk mendukung salah satu paslon.

“Saya dapat SK kontrak tapi saya tidak pernah melalui syarat untuk mendukung salah satu paslon, kalaupun ada yang mempersoalkan jika ada hubungannya dengan kepentingan petahana, saya juga tidak pernah tahu apalagi melaporkan kepada panwas, ” kata Taufiq.

Baca juga :  Panelis Akui Makassar Membaik di Tangan Danny

Dari kedua keterangan saksi fakta Appi – Cicu, RT Mudayya mengakui bahwa dugaan atas penyalahgunaan kewenangan petahana atas pemberian smartphone dan pengisian formulir dukungan pernah protes ke salah satu media bukan melaporkan ke Pihak Panwas.

Kemudian RT Mudayya juga mengakui selain HP RT/RW tidak pernah ia gunakan, ia juga mengakui bahwa tidak ada aplikasi khusus dalam Smartphone tersebut termasuk komunikasi untuk dukungan kepada Danny Pomanto.

“Saya pernah protes soal formulir dukungan dan HP RT/RW tapi bukan kepada Panwas tapi kepada salah satu media, kemudian saya juga tidak pernah gunakan itu hp RT/RW karena hp saya lebih canggih dan perangkat HP RT/RW tersebut tidak ada aplikasi khusus untuk berkomunikasi dengan petahana ataupun komunikasi untuk mendukung petahana Danny Pomanto, ” akunya. (ron).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top