banner-1

Makassar

Kinerja Kasek Segera Dievaluasi

Makassar, metrotimur.com – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto segera akan mengevaluasi kinerja seluruh kepala sekolah (kasek). Menyusul adanya lampu hijau dari kementrian dalam negeri (kemendagri) upaya mutasi yang akan kembali dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Kita segera akan evaluasi, lagi-lagi yang tidak bekerja secara baik maka akan terima konsekuensinya,” kata Danny Pomanto sapaan akrab wali kota.

Adapun indikator penilaian kinerja para pemimpin sekolah ini salah satu diantaranya mewujudkan 18 poin revolusi pendidikan. Termasuk laporan publik yang menjadi keluhan masyarakat belakangan ini.

Menurut Danny Pomanto, kualitas atau standarisasi seorang pemimpin merupakan pondasi bagi generasi penerus bangsa ini untuk melanjutkan cita-cita tujuan pendidikan nasional, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Jika tidak komitmen, maka generasi muda di negara ini utamanya kota ini tidak memiliki satu titik tujuan yang jelas.”Pendidikan atau cikal bakal lahirnya generasi yang berkompoten adalah tanggung jawab para kepala sekolah dan guru-guru. Harapan kita ada ditangan mereka termasuk pola pengawasan orang tua jangan lupa Jagai Anakta,” pungkas Danny Pomanto.

Untuk itu proses evaluasi yang bermuara pada gerbong mutasi akan ditindak lanjuti oleh Dinas Pendidikan Makassar untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan menjalankan amanah 18 poin revolusi pendidikan.

Saat ini lanjut pemimpin berlatar belakang konsultan tata ruang, sudah ada sebagian nama-nama kepala sekolah yang dikantongi hasil dari laporan masyarakat sembari menunggu kepastian data dari dinas pendidikan untuk disesuaikan kembali.

“Ada beberapa indikator penilaian kerja, pertama penilaian laporan masyarakat, lalu dinas terkait,” kata Danny Pomanto.

Proses evaluasi ini hanya menyentuh kepala sekolah pada tingkatan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan Makassar.

Baca juga :  Wali Kota Danny Berbagi Inspirasi

Sekretaris Dinas Pendidikan, Hasbi mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan berbagai penilaian untuk mengevaluasi para kepala sekolah dari berbagai aspek.

Selain mewujudkan amanah 18 poin revoluasi pendidikan, standarisasi penilaian  8 standar nasional pendidikan juga bagian utama menilai kinerja para kepala sekolah.

“Masih dilakukan berbagai evaluasi dibeberapa aspek, ada penilaian kerja per semester juga dijadikan sebagai dasar. Akan disiapkan data-data untuk diserahkan ke pak wali,” sebutnya.

Apalagi ditegaskan dalam surat keputusan (SK) pengangkatan kepala sekolah pasca pelantikan tahun kemarin, tertuang jika mereka siap dievaluasi secara berkala per tiga bulan.

Sehingga kata Hasbi, tidak menutup kemungkinan jika upaya mutasi ini akan berlangsung.“Di SKnya itu tercantum, penilaian kerja juga termasuk kinerja harian selaku menajer itu dinilai. Ini dilakukan secara komprehensif sehingga tidak salah memberikan informasi ke pak wali tentang mana yang layak dimutasi dan tidak layak,” ujar Hasbi.

Adapun poin penilaian kinerja 8 standar nasional pendidikan diantaranya standar kompetensi kelulusan, kurikulum, proses belajar mengajar, pendidik dan tenaga pendidikan, sarana dan prasarana, kemudian standar penilaian, pengelolaan, serta pembiayaan.

Terpisah, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Makassar, Basri Rakhman rencana mutasi ini sudah disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Andi Baso Amiruddin ke pihak kementrian.

“Kementrian minta kita ikuti format, belum ada jawaban lagi. Tapi sudah level atasmi jawabannya karena ketemu langsung pimpinan, pak sekda. Kepala sekolah tidak begitu diatur ji karena tidak termasuk pejabat stuktural tergantung kepala daerah saja kapan mau dimutasi,” terangnya. (Bi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top