Politik

Klaim Kemenangan, Relawan Caleg: Itu Gerakan Intervensi Terhadap Penyelenggara

Tim Pemenangan Caleg Golkar Dapil V (Mamarita) Hj. Nurul Hidayat

MAKASSAR, METROTIMUR.COM  – Tim pemenangan Caleg DPRD Makassar Dapil V (Mariso, Mamajang dan Tamalate) dari Partai Golkar, Hj. Nurul Hidayat meminta kepada rival internalnya untuk tidak gaduh dengan saling mengklaim kemenangan.

Dicky mengungkapkan prihal pengklaiman kemenangan diinternal Golkar dapil V Mamarita, menurut Dicky itu pengklaiman sepihak yang tidak berbasis data valid.

“Kalau klaim menang, orang kalahpun bisa beropini kalau pihaknya yang menang, jadi kalau ngaku menang tanpa data valid, artinya pengakuan sepihak namanya, ” ungkap Dicky.

Meskipun demikian, tetap kita hormati sikap pengakuan sepihak itu, tetapi bagi kami sebagai tim pemenangan dari Caleg Nomor urut 7 Hj. Nurul Hidayat yang bertarung di Dapli 5 (Mamarita) tidak gegabah dalam membuat pernyataan menang atau kalah.

“Kita punya real count internal berdasarkan C1 pleno besar yang kita foto disetiap TPS di Dapil 5, nah disitu fakta perolehan suara yang sebenarnya, karena tidak hanya penyelenggara atau Panwas yang menyaksikan, saksi dan warga juga melihat perhitungan itu, bahkan mendokumentasikan, karena memang harus terbuka biar jujur dan adil, biar rakyat tahu,” kata Dicky, selaku Tim Pemenangan Caleg Nomor urut 7 Partai Golkar untuk DPRD Makassar Dapil 5 ( Mamarita), ahad (18/4/19).

Senada dengan itu Ketua Tim Data Caleg Hj. Nurul Hidayat, Jhon menjelaskan, jika klaim kemenangan itu sebagai justice sebelum penetapan KPU, menurutnya itu opini yang bisa menimbulkan kegaduhan diinternal partai, bagaimana tidak kata Jhon, TPSnya sama, perhitungannya sama, penyelenggaranya sama dan angka – angka perolehannya juga terpampang di C1 pleno.

“Kan jelas angka – angka perolehan disebut dan dicatat di C1 pleno besar, kalau kami merujuk ke C1 pleno besar, karena perhitungan dan pencatatanya disaksikan oleh orang banyak, jadi mau bohong dimana kita. Kalau mengacu C1 kecil barangnya darimana asli atau foto copy, kan begitu, dan kami juga punya C1 kecil. Soal angka perolehan caleg kami, kami kawal sampai ketingkatan KPU, insya Allah tidak akan berbeda dengan hasil perhitungan akhir di KPU, ” jelas Jhon.

Baca juga :  KPU Makassar : Cacat Prosedural Gugatan Appi-Cicu Harus Ditolak

Apalagi kata Jhon, berkembang issu bahwa banyak beredar C1 kecil yang bodong, bisa dicek dibeberapa media terkait C1 kecil bodong. Nah, kalau mau klaim menang, maka klaim kemenangan itu setelah KPU sudah rampungkan perhitungan disemua tingkatan.

“Hormati kerja KPU, klaim menang itu kalau sudah ada penetapan dari KPU, bukan berkoar – koar ke publik kalau pihaknya menang seakan – akan KPU sudah umumkan hasil perhitungan, faktanya lahir PSU kan di Kecamatan Tamalate dan Mario, bahkan ada juga di wilayah lain, seperti Kec. Manggala, Panakukang, Biringkanaya dan Rappocini, berarti ada persoalan disitu, lihat saja siapa nanti yang curang, ” ungkap Jhon.

Jhon menambahkan, agar tidak gaduh dengan menggiring opini, sebaiknya kedewasaan sebagai politisi disini harus muncul, bahwa yang menetapkan siapa pemenang adalah penyelenggara berdasarkan fakta angka yang real. Kemudian kami juga meminta kepada KPU dan Bawaslu untuk tetap konsisten dalam mengawal suara rakyat.

“Jadi KPU dan Bawaslu jangan mau terpengaruh intervensi dengan data yang tidak valid untuk mengalahkan fakta, kami percaya KPU dan Bawaslu akan mengawal marwah Demokrasi dan spirit konstitusi, ” kunci Jhon. (Ri).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top