banner-1

Politik

Kolom Kosong vs Appi – Cicu, Pengamat: KPU Makassar Wajib Memberikan Perlakuan Yang Sama

Makassar, metrotimur.com  – Pasangan tunggal calon Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), bakal kerepotan melenggang mulus memenangkan Pilwakot Makassar.

Pasalnya, sejumlah relawan kolom kosong dari pendukung Moh. Ramdhan Pomanto dan Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) semakin masif menyosialisasikan pilih kolom kosong. Tidak hanya relawan yang bekerja, tapi Partai Demokrat sebagai partai parlemen dan sejumlah partai non parlemen juga bekerja all out hadang Appi-Cicu.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Aswar Hasan membenarkan jika akhir-akhir ini relawan pilih kolom kosong semakin banyak muncul dan bekerja di tiap-tiap kecamatan. Menurut dia, adanya ajakan pilih kolom kosong berdampak dua hal yaitu, peluang dan tantangan.

Appi-Cicu, kata dia, harus mampu meyakinkan warga melalui sosialisasi penyampaian visi dan program kerja 5 tahun kedepan. Jika Appi-Cicu tidak mampu menyakinkan warga, maka paslon usungan 10 partai politik ini bakal gigit jari dikalahkan kolom kosong.

Lanjut Aswar Hasan, Melihat fenomena Pendukung Kolom Kosong yang semakin menjamur, dengan fenomena munculnya peminat kolom kosong yang massif, tentu tidak boleh ada pihak yang berhak untuk melarang gerakan sosialisasi kolom kosong tersebut. Dimana kita ketahui bersama, bahwa Kolom Kosong tersebut adalah salah satu alternatif yang sah secara hukum bagi masyarakat untuk menyalurkan hak politiknya yang tidak ingin memilih paslon Appi – Cicu.

“Jadi dalam hal ini KPU tentu sebagai penyelenggara pemilu, jangan kemudian dengan visi misi untuk meningkatakan partisipasi pemilih, lantas mengajak orang ke TPS tanpa disertai dengan sosialisasi yang beirimbang, maka tentu perlu sosialisasi yang tajam dan adil tanpa berpihak kepada siapapun, partisipasi masyarakat akan mencapai target, ” kata Aswar Hasan, Kamis (7/6/18).

Baca juga :  Demokrat Konsisten Kawal Danny Pomanto

Jadi KPU disini sebagai penyelenggara kata Aswar Hasan, KPU wajib memberikan perlakuan yang sama baik kepada paslon Appi – Cicu maupun kepada masyarakat yang mendukung kolom kosong, dan tidak boleh dibeda – bedakan dalam memberikan politik yang cerdas, karena setiap warga negara punya hak yang sama dalam hal menentukan pilihannya, tambah Aswar Hasan.

Sekadar diketahui, berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, sampai saat ini, KPU Makassar belum pernah turun dan mensosialisasikan Kolom Kosong, pasca KPU menolak keputusan Panwaslu Makassar, sementara pihak Panwas Makassar tetap kokoh diatas keputusannya. (*/fhr).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top