banner-1

Hukrim

Komisioner KPU Benarkan Kantong Kresek Merah Masuk Sebelum Lewat Waktu

Komisioner KPU Kota Makassar Abdullah Mansur

Makassar, metrotimur.com – Komisioner KPU Kota Makassar Divisi Bidang Data menyaksikan kantong kresek merah masuk sebelum lewat waktu.

Tertolaknya kantong kresek merah yang berisi data dukungan untuk paslon Danny – Indira Mulyasari oleh oknum Panwaslu yang berinisial MM mendapat protes keras dari saksi paslon DIAmi dan akan menempuh jalur hukum, Komisioner KPU Divisi Bidang Tekhnis Abdullah Mansyur mengungkapkan, Kantong kresek merah tersebut sudah masuk sebelum ditutup penyerahan data dukungan.

“Posisi kantong merah tersebut sudah berada didalam ruangan verifikasi data sebelum ditutup waktu penyerahannya, ” kata Abdullah Mansur, kamis 30 Oktober 2017 di Hotel Max one.

Saat dikonfirmasi oleh awak media terkait penolakan Kantong kresek merah oleh oknum Panwaslu MM, Abdullah Mansur kemudian menceritakan kronologinya. Menurut oknum Panwas waktu penyerahan sudah lewat tetapi dari saksi paslon belum lewat.

“Kalau menurut KPU sendiri saat saya hendak masuk keruangan untuk menyampaikan batas waktu verifikator kalau batas akhir verifaksi itu pukul 24.00 wita, ketika saya umumkan tepat pukul 24.00 Wita kantong kresek merah itu sudah ada didalam. Penyampaian saya kepada verifikator untuk jam istirahat itu belum dalam posisi pukul 24.00 wita karena saya baru mengingatkan kepada verifikator soal jam istrahat, ” ungkap Abdullah Mansur.

Terkait rujukan jam, Abdullah Mansur juga membenarkan bahwa tidak ada yang melihat jam, namun Abdullah Mansur membenarkan saat dia masuk untuk mengumumkan batas akhir verifikasi yakni pukul 24.00 wita, jam tangan Komisioner KPU menunjukkan pukul 24.00 wita dan saya sampaikan untuk berhenti memverifikasi karena jam sudah menunjukkan pukul 24.00 wita, jelas Abdullah Mansur, Kamis 30 Oktober 2017

Lanjut Abdullah Mansur, terkait data dukungan yang ada dikantong kresek merah tersebut ia tidak melihatnya masuk, namun dari informasi anggota KPU lainnya menyampaikan  kepada Komisioner KPU Abdullah Mansur kalau kantong kresek merah tersebut sudah masuk sebelum Abdullah Mansur (KPU) umumkan jam untuk berhenti melakukan verifikasi.

Baca juga :  Indira Puji Kebersihan RSUD Daya

“Saya tidak melihat kantong kresek merah itu masuk, tetapi teman menyampaikan kalau barang itu masuk sebelum saya umumkan, ” terang Abdullah Mansur.

Abdullah Mansur, Setelah saya melihat posisi kantong merah tersebut kemudian didalam ruangan kemudian menjadi perdebatan dari oknum Panwaslu, kami pun mengambil keputusan untuk mengambil keputusan bersama, dimana keputusan bersama yakni tim paslon DIAmi dan oknum Panwaslu termasuk tersebut mengambil jalan tengah untuk melihat dan membuktikan melalui rekaman CCTV milik Hotel Max one dengan kesepakatan bersama – sama turun melihat CCTV.

“Setelah silang pendapat antar tim paslon dan oknum panwaslu terakait perbedaan jam atau waktu dan disepakati bersama, tim paslonpun legowo untuk mengacu kepada CCTV dengan catatan turun bersama melihat rekaman CCTV milik Hotel Max One, ” kata Abdullah Mansur.

Selanjutnya tepatnya jum’at malam (1/11/17) pada saat KPU melakukan rapat pleno dan penyerahan berita acara lolos verifikasi data untuk jumlah dukungan dan sebaran di 50 persen di 14 Kecamatan di Kota Makassar.

Namun tim paslon DIAmi tetap kecewa dengan sikap oknum panwaslu yang tidak komitmen dengan kesepakatan bersama untuk bersama turun melihat bukti di CCTV milik hotel Max one namun menurut paslon oknum panwaslu lah yang turun sendiri kemudian memutuskan secara sepihak untuk tetap tidak bisa diverifikasi dengan alasan sudah lewat waktu berdasarkan bukti rekaman CCTV yang menurut tim paslon DIAmi, Haris Awi, oknum panwaslu hanya turun sendiri melihat CCTV tanpa melibatkan tim Paslon.

“Oknum panwas telah mengambil keputusan sepihak kemudian tidak komitmen dengan kesepakatan bersama untuk turun bersama melihat bukti di rekaman CCTV milik Hotel Max one, ” Kata Haris Awi.

Baca juga :  Walikota Danny Usulkan Otoritas Kota Dalam Rapat Ekonomi Bersama Menteri

Sementara itu Ketua Panwas Kota Makassar, Nursani saat di konfimasi melalui via telpon, sabtu sore (2/11/17) terkait adanya upaya hukum dari tim paslon untuk melaporkan oknum panwaslu MM, Ketua Panwas, Nursani mengatakan pihaknya tidak mempersoalkan dan mempersilahkan tim paslon untuk menempuh jalur hukum.

“Kami sangat terbuka jika ada pihak Paslon yang merasa dirugikan atas keputusan yang diambil oleh pihak Panwas, karena keputusan itu sudah melalui kajian dan mendapat rekomendasi resmi untuk mengambil keputusan untuk tidak dilakukan verifikasi berdasarkan temuan panwas, ” ungkap Nursari, sabtu (2/12/17) melalui via telpon. (Ron).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top