banner-1

Peristiwa

Korban Tenggelam di Perbatasan Manggala Makassar – Maros Ditemukan

Korban Tenggelam Di Perbatasan Manggala Makassar - Kab Maros

Makassar, metrotimur.com – Setelah pencarian korban tenggelam diperbatasan Makassar – Maros sejak sabtu siang (23/12/17) yang dilakukan oleh Regu pencari dan penyelamat dari BPBD Makassar, Search and Rescue/SAR Brimob Polda Sulawesi Selatan akhirnya jenazah Diki Wahyudi (14) warga jalan Inspeksi PAM Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Dari keterangan Komdan Satuan Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Aldeni Muhan Daeng Pabali, setelah pencarian yang kita lakukan sejak Sabtu, dan pagi in, Ahad sekitar pukul 07.10 WITA, jenazah korban kami temukan.

“Alhamdulillah..dengan usaha keras anggota Search and Rescue/SAR Brimob Polda Sulawesi Selatan, jenazah Diki berhasil ditemukan Ahad sekitar pukul 07.10 wita, ” ujar Komdan Satuan Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Adeni Muhan Daeg Pabali di Makassar, Sulsel, Ahad (24/12).

Pencarian yang Korban Tenggelam di perbatasan Manggala Makassar – Kabupaten Maros, jum’at (23/12/17)

Ia mengatakan, pencarian yang dilakukan oleh anak buahnya sejak Sabtu, tidak membuahkan hasil bahkan saat pencarian diperluas sekitar 500 meter dari lokasi awalnya hanyut tetap tidak membuahkan hasil.

Pencarian yang dilakukan hingga Ahad dini hari atau pukul 01.30 WITA, belum menemukan keberadaan korban, sehingga pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan setelah empat jam kemudian atau pukul 05.30 WITA.

“Banyak Tim SAR yang melakukan pencarian, bukan cuma kita. Tapi anggota terus bekerja sampai jam 01.30 WITA, kemudian dihentikan untuk istirahat. Pagi setelah pukul 05.30 WITA, kita lanjut lagi dan akhirnya menemukan jam 07.10 WITA,” ungkapnya.

Sebelumnya, Diki dilaporkan hanyut terseret arus banjir di Jalan Inspeksi PAM Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/12). Lokasi korban hanyut merupakan salah satu daerah dengan titik banjir paling parah di Makassar. Pada puncak curah hujan tinggi, Jumat (22/12) ketinggian air mencapai di atas satu meter.

Baca juga :  Ukir Sejarah Baru, BPPPA Makassar Sabet Penghargaan APE 2016

Informasi yang dihimpun di lapangan berdasarkan keterangan warga setempat, Diki terbawa arus setelah menolong bocah lainnya yang nyaris tenggelam. Diki bersama teman-temannya pada saat banjir melanda memang sedang asik bermain air dan berenang di lokasi kejadian, namun ketika hendak ingin menolong temanya yang bernama Migdam alias Iddam terbawa arus, Korban (Diki) dengan usaha keras Diki , kerasnya arus air yang menuju sungai Tallo Diki justru terbawa arus dan tenggelam.

Migdam alias iddam yang selamat dari terjangan arus saat ditemui dikediamanya di Jalan Inspeksi PAM Manggala, Sabtu sore (23/12/17) mengatakan, “Saya sedang berenang dengan teman yang bernama Salam (11), saat saya melompat kedalam air bersama Salam, saya terbawa arus, Salam berhasil naik kedarat, tapi melihat saya timbul tenggelam salam kembali melompat untuk menolong saya, bersamaan dengan itu Diki ikut melompat, tetapi Diki tidak berhasil meraih saya, justru Salam berhasil meraih saya dengan menggunakan batang pisang yang melintas terbawa arus, saya dan salam selamat sampai ke darat, Diki terbawa arus, Kata Iddam. (*/ron).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top