banner-1

Hukrim

KPU Bantah Pihaknya Yang Membuka Rekaman CCTV Hotel Max One

Makassar, metrotimur.com – KPU membantah pihaknya yang melakukan pencocokan waktu atau jam di CCTV Hotel Max One.

Adanya nama KPU disebut oleh petugas keamanan Hotel Max one yang datang meminta untuk melihat rekaman CCTV sekaitan dengan masaalah waktu penyetoran data dukungan untuk Paslon DIAmi yang dipersoalkan oleh oknum Panwaslu Kota Makassar, dimana oknum panwaslu Nur Mutmainnah meminta kepada Pihak KPU untuk tidak melakukan verifikasi khusus untuk data yang ada dikantong kresek merah, mendapat bantahan keras dari Komisioner Divisi Data KPU kota Makassar, Abdullab Mansur.

“Kami tidak pernah meminta kepada security Hotel Max One untuk membuka CCTV, justru kami menunggu panggilan atau instruksi dari Panwaslu sesuai dengan kesepakatan untuk sama – sama mengecek atau melihat rekaman CCTV, bahkan sampai kami bubar oknum panwas juga tidak memanggil kami ( KPU dan Tim Paslon) malah dia turun sendiri melihat rekaman CCTV, ” tegas Abdullah Mansur, dihotel Max One Jalan Taman Makam Pahlawan , sabtu malam ( 2/12/17).

Bantahan Komisioner KPU jika pihaknha yang dituding datang kepada security untuk meminta membuka rekaman CCTV Hotel Max One setelah awak media melakukan konfirmasi dengan dua orang petugas keamanan Hotel Max One.

“Sebelum kami buka tepatnya Rabu malam (29/11/17), dua orang datang seorang pria dan seorang perempuan berjilbab, sebelumnya kami tanyakan dulu dari mana dan kenapa mau buka CCTV, kedua orang tersebut menjawab kalau dia dan temannya mengaku dari Tim KPU, ” terang security inisial JN, sabtu malam (2/12/17).

Lanjut JN, setelah keduanya menjelaskan kalau mereka berdua dari Tim KPU dan menjelaskan kalau ada persoalan diruangan perhitungan data KPU dan sifatnya penting, saya pun meminta ijin dipimpinan security dan diperbolehkan untuk membuka CCTV, Kata JN.

Baca juga :  Alih Fungsi Jalur Hijau Manggala, Tim Aset Tunggu Jawaban Perum Perumnas

Lanjut, saat dikonfirmasi oleh awak media, sabtu malam (2/12/17) siapa kedua orang tersebut yang meminta membuka rekaman CCTV, Komandan regu keamanan Hotel Max one inisial KD membenarkan, bahwa memang ada dua orang satu perempuan berjilbab dan seorang laki – laki mengaku dari Tim KPU meminta izin untuk melihat rekaman CCTV karena ada persoalan di ruang perhitungan KPU dan di izinkan.

“Kalau aturan untuk membuka CCTV harus sepengetahuan pengelola Hotel Max One karena itu sifatnya rahasia dan tidak sembarang yang boleh masuk keruangan server CCTV kecuali petugas, tapi kedua orang tersebut mengatakan sangat penting karena ada persoalan di ruang perhitungan KPU dan mengaku dari Tim KPU maka kamipun membuka rekaman CCTV, ” kata KD.

Ketika dikonfirmasi ulang siapa kedua orang itu apakah dari Tim KPU atau Panwaslu , JN dan KD mengatakan kalau kedua orang itu hanya mengatakan kalau dia dari Tim KPU dan tidak menyebutkan nama Panwaslu.

Lanjut JN, terkait apa saja yang dilakukan oleh kedua orang tersebut yang mengaku dari Tim KPU didalam ruangan server CCTV milik Hotel Max One , JN kemudian menjelaskan, satu orang yang merekam yaitu yang pria kemudian perempuan yang berjilbab berdiri dan melihat rekaman CCTV yang diputar kembali.

Apakah anda mengetahui apa yang ingin diketahui kedua orang itu yang mengaku Tim KPU dengan rekaman, JN tidak mengetahui persis yang hanya diketahui ada persoalan yang sangat urgen diruang perhitungan KPU.

“Saya tidak tau persis duduk persoalan yang pastinya kedua orang yang mengaku dari Tim KPU meminta kepada kami untuk membuka CCTV, ” terang JN.

Soal jam atau waktu CCTV dengan jam setempat, JN dan KD mengatakan, kalau jam CCTV itu tidak seperti jam yang lainnya, mungkin agak cepat sedikit.

Baca juga :  BSU Sikatutui Maccini Gusung Wujudkan Makassar Tidak Rantasa

“Tidak mungkin jam CCTV sama dengan jam tangan atau jam yang lain yang ada di Max One dan biasanya jam CCTV lebih cepat dari biasanya, ” jelas KD.

Komisioner KPU Divisi Data dan Tekhnis, Abdullah Mansur kembali menegaskan bahwa KPU itu bukan Panwaslu dan Panwaslu itu bukan KPU jadi kalau dikatakan Tim KPU, KPU yang mana, karena kami dari KPU tidak pernah memeriksa CCTV, yang ada itu dari Panwaslu, tutup Abdullah Mansur. (Ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top