W3.CSS
Politik

Memancing Keributan di Kampanye Nomor Urut 1, Panwascam Ujung Pandang Resmi dilaporkan Ke Bawaslu

MAKASSAR, METROTIMUR.COM  – Tim hukum pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto-Fatmawati Rusdi, mengajukan keberatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Makassar.

Aksi protes itu dilakukan, menyusul adanya surat teguran yang dilayangkan Panwascam Ujung Pandang. Surat itu diserahkan saat kampanye dialogis pasangan calon dengan akronim ADAMA atau Idamanta berlangsung, Sabtu (24/10/2020).

Menurut Sekretaris Tim Hukum Advokat IDAMANTA, Beni Iskandar, surat teguran itu tanpa dasar. Panwascam Ujung Pandang menegur tanpa bukti-bukti pelanggaran.

“Kejadiannya kemarin (Sabtu) saat kampanye di Kelurahan Berua dan Bulogading. Panwas beri teguran tertulis tanpa bukti pelanggaran. Sehingga saya sebagai sekretaris tim hukum advokat Idamanta mengajukan keberatan dan protes keras pada Bawaslu Makassar sebagai atasan Panwascam,” ungkap Beni Iskandar, beberapa saat setelah pengajuan protes itu, Minggu (25/10/2020).

Beni Iskandar juga bilang. Aksi protes itu disertai dengan tuntutan. Bawaslu atau Panwascam harus segera mencabut surat teguran itu.

Jika tidak, lanjutnya, tim hukum Idamanta akan mengambil langkah ke tingkatan lebih tinggi. Mengadu atau melapor ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Kami minta surat teguran itu dicabut dalam waktu 24 jam. Terhitung sejak kami serahkan surat keberatan,” pungkasnya.

Surat keberatan itu, kata Beni Iskandar diterima langsung oleh salah satu komisioner Bawaslu Makassar. Yang katanya, masih akan mempelajarinya lebih jauh.

“Kami tunggu sampai besok. Kalau tidak dicabut kami ke DKPP. Pencabutan surat itu akan disampaikan langsung ke tim hukum, itu penyampaian LO. Respon dari komisioner Sri Wahyuni, Bawaslu akan pelajari surat keberatan kita dan mengambil tindakan-tindakan yang perlu,” ungkap Beni Iskandar.

Untuk diketahui, saat surat teguran itu dilayangkan di lokasi kampanye, juga mendapat aksi protes keras dari tim pemenangan ADAMA. Bahkan, sempat terekam video. Dan viral dengan durasi tidak begitu panjang.

Baca juga :  Sekjen Partai Demokrat : Datang Tampak Muka, Pulang Tampak Punggung

Panwascam itu pun tidak memberi tahu alasan dan dasarnya. Kondisi sempat memanas. Untung ada aparat kepolisian yang meredam.

Saat dimintai komentar Koordinator Komunitas ADAMA, Idris, ia juga menyesalkan sikap Panwascam Ujung Pandang, pasalnya kata idris, tidak jelas yang mana titik pengawasan Panwas, apakah kampanye atau diluar areal kampanye.

“Heran, kenapa kami yang diluar yang dikatakan melanggar, padahal kami tidak masuk dalam areal Kampanye kandidat. Terus kalau jumlahnya yang dikatakan lebih dari 50 berarti aparat kepolisian juga ikut melanggar dong, karena mereka satu tempat sama – sama diluar areal kampanye kandidat, “ kata Idris.

Bahkan, oknum panwas Ujung Pandang ini tidak mampu menjelaskan dasar pelanggaran kami yang diluar areal kampanye, hanya mampu mengatakan ini melanggar dan terkesan berusaha memancing keributan.

“Kan lucu panwas tidak mampu menunjukkan dasar hukum tapi dia mengatakan pelanggaran diluar areal kampanye menurut mereka, “ terang Idris.

Yang pastinya tambah idris, panwascam Ujung pandang tidak datang untuk mengawasi kami tapi mereka datang membuat keributan di kampanye Kandidat kami, dan tentu kami sangat keberatan akan hal itu,tutup Idris.

Sejauh ini, pihak Bawaslu Makassar belum dapat dimintai keterangannya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

To Top