banner-1

Hukrim

Mencari Keadilan, DP Diminta Tinggalkan Indonesia, Warga : Ada apa dengan Hamid Awaluddin..?

Hamid Awaluddin

Makassar, metrotimur.com – Komentar Hamid Awaluddin meminta Danny Pomanto tinggalkan Indonesia menuai kecaman dari warga Makassar.

Di tengah upaya hukum yang ditempuh oleh Danny Pomanto saat ini, dimana Danny Pomanto merasa telah dirugikan hak konstitusionalnya, yang diakibatkan sikap KPU Makassar yang tidak menindak lanjuti putusan panwaslu. Namun ditengah Upayanya mencari keadilan, Kembali Danny Pomanto mendapat perlakuan yang tidak adil, dimana sebuah pernyataan yang ditujukan kepada Danny Pomanto dari salah seorang bernama Hamid Awaluddin melalui salah satu media online.

Pernyataan Hamid awaluddin tersebut seperti yang dilansir oleh salah satu media onlie, Jum’at (18/5/18). Hamid Awaluddin meminta pihak yang merasa dirugikan oleh keputusan KPU Makassar berdasar putusan MA itu untuk berbesar hati dan berhenti mencari dalih.

“Jadi sudahlah, berbesar jiwa hidup di negara hukum. Kalau Anda amencari alasan terus, yah sudah, jangan hidup di Republik Indonesia,” kata Hamid, jum’at 18 mei 2018. (dikutip)

Lahirnya pernyataan Hamid Awaluddin dimedia online tersebut, warga kemudian mengecam pernyataan Hamid Awaluddin yang terkesan merasa terganggu dengan upaya hukum Danny Pomanto, salah seorang ketua RT di wilayah Kec. Panakukang, Agus Salim , angkat bicara.

“Ada apa dengan Hamid Awaluddin, tiba – tiba muncul, sepertinya tidak sadar, kenapa warga negara indonesia tengah mencari keadilan kok disuruh tinggalkan Indonesia, ” kata, Agus Salim, sabtu (19/5/18).

Seharusnya, kata Agus Salim, Hamid Awaluddin memberi pencerahan kepada rakyat seperti kami ini, bahwa setiap warga negara itu punya hak dalam mencari keadilan. Jika tidak diperbolehkan ataukah harus tinggalkan indonesia jika mencari keadilan, berarti saya sebagai orang awam menilai, pak Hamid Awaluddin tidak percaya lagi dengan hukum di Indonesia.

Baca juga :  Pengamat Hukum : Pengalihfungsian Fasum Fasos Tanpa Hak dan Prosedur Harus Ditindak Secara Hukum

“Kalau orang sekelas Hamid Awaluddin menghalangi warga negara untuk mencari keadilan, seperti yang dilkukan oleh Danny Pomanto, pertanyaan saya sama pak Hamid, dimana hak konstitusional dan hak Asasi Manusia sebagai warga negara dalam mendapatkan keadilan di Indonesia, dimana diletakkan pak Hamid.?, Pak DP itu dirugikan hak konstitusionalnya dari sebuah proses hukum yang menurut saya keliru. Kemudian pertanyaan kedua saya, apa haknya pak Hamid Awaluddin melarang, ini negara hukum bung, anda juga bukan pihak yang dirugikan dalam upaya hukum DP, ” tegas Agus Salim, sabtu (19/5/18).

Perlu diketahui, kami ini rakyat biasa tapi kami masih meyakini bahwa panglima tertinggi di Indoenesia itu adalah hukum, dan Negara sudah menyiapkan ruang bagi warga negara dalam mencari keadilan yang seadil – adilnya.

“Rakyat sudah siapkan uang untuk diberikan kepada pemerintah dengan tanggung jawab, menyiapkan ruang bagi pencari keadilan, bukan melarang apalagi meminta orang tinggalkan Indonesia dalam mencari keadilan, hati – hati berstetmen pak Hamid.!!, bisa – bisa rakyat tidak percaya lagi lembaga peradilan, ” kata Agus Salim.

Sementara itu kritikan juga datang dari Muslim, salah satu tokoh pemuda yang berasal dari wilyah dapil IV Panakukang – Manggala. Menurut Muslim, sepertinya ada yang galau dengan upaya hukum pak Danny Pomanto dalam mencari keadilan.

“Kalau saya mencermati stetmen pak Hamid Awaluddin dimedia, sepertinya ada kegalauan, kalau kedalam lagi kita analisa, pak Hamid Awaluddin, sepertinya tim sukses Appi – Cicu kalau saya analisa dan kita cermati stetmennya pak Hamid, tapi mudah – mudahan bukan tim sukses paslon, ” kata Muslim, sambil tertawa, sabtu (19/5/18).

Nah kalaupun seandainya analisa saya benar, berarti ini pertanda paslon Appi – Cicu dan timnya sedang galau. Kenapa mesti galau, kata Muslim. Yang mencari keadilan ini adalah pak Danny Pomanto, tidak ada kok hubungannya dengan Appi – Cicu, toh apapun hasilnya secara konstitusional, Appi – Cicu tidak rugikan.

Baca juga :  Panwaslu: Putusan Kami Final dan Mengikat

“Kalau stetmen pah Hamid adalah bentuk kegalauan, kenapa Appi – Cicu atau timnya harus galau, kan tidak dirugikan, upaya hukum yang dilakukan oleh Pak Danny Pomanto itu kan sah – sah saja, atau begini saja, kalau tidak percaya lagi dengan lembaga atau institusi dalam mencari keadilan bubarkan saja, ” kata Muslim.

Upaya masyarakat mencari keadilan tentu karena adanya jaminan Negara di dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 Pasal 28 D ayat (1), “Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum” dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, di dalam Pasal 3 ayat (2) bahwa “Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan perlakuan hukum yang adil serta mendapat kepastian hukum dan perlakuan yang sama di depan hukum”.

Tidak terpenuhinya hak warga negara atas keadilan menjadi pertanda bahwa hak asasi manusia di Indonesia masih diabaikan, justru oleh aparaturnya sendiri. Padahal, Negara memberikan mandat kepada Pemerintah agar berkontribusi dalam rangka penegakan HAM di Republik Indonesia, artinya, aparatur Pemerintah wajib berkontribusi dalam peran dan tanggung jawabnya masing-masing.

Pasal 8 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa “perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia terutama menjadi tanggung jawab Pemerintah”. Begitu pun Pasal 71 dan Pasal 72 menitik beratkan kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah untuk menghormati, melindungi, menegakkan, dan memajukan hak asasi manusia, pada bidang hukum, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan keamanan negara, dan bidang lain.

Muslim menambahkan, “Begini saja, kalau pak Hamid Awaluddin menganggap upaya hukum pak DP itu tidak benar dan upaya hukum pak DP dilembaga atau institusi yang menjadi ruang dalam mencari keadilan itu tidak mampu memberikan keadilan, minimal pak Hamid Awaluddin menghargai Hak Asasi Manusia pak DP dalam mencari keadilan di negeri ini (indonesia).

Baca juga :  Pelaku Pembegalan Pengawas Kebersihan Bangkala Dibekuk Oleh Pihak Kepolisian

“Atau kita balik saja, bagaimana kalau pak Hamid Awaluddin yang tinggalkan indonesia, saya pikir itu yang tepat, karena kami rakyat kecil masih yakin dan percaya, ruang – ruang keadilan itu masih ada di negeri ini yang telah disiapkan oleh negara untuk para pencari keadilan itu, ” kunci Muslim. ( sqd05)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top