banner-1

Ekobis

Menkop Puspayoga Ajak Kepala Daerah Berguru BULo

MAKASSAR – Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengajak bupati dan wali kota berguru BULo (Badan Usaha Lorong) di Makassar.

Hal itu disampaikannya usai memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke – 70 Tahun 2017 di Tribun Lapangan Karebosi, Rabu, 12 Juli 2017.

Menurut Menteri yang mengawali karir politiknya sebagai wali kota Denpasar di tahun 2000 itu, Makassar sangat layak menjadi kota tujuan berguru BULo karena program ini dicetuskan pertama kalinya oleh Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dan mulai menuai hasil sejak diluncurkan setahun lalu.

“Bupati dan wali kota harus belajar BULo ke Makassar. Program ini sangat bagus dan layak dicontoh,” kata Menteri Puspayoga.

Ia menambahkan, kementerian yang dipimpinnya sangat mendukung program dan kebijakan pemerintah daerah yang pro rakyat seperti BULo.

Masyarakat secara swadaya dan swadana menggerakkan BULo di lorong – lorong. Mereka menanam cabai sebagai komoditi utama BULo.

30% dari hasil penjualan cabai BULo digunakan untuk deposito pendidikan anak lorong. 30% lainnya dimanfaatkan untuk mengembangkan koperasi dan UKM lorong, sementara 40% dibagi ke petani lorong berdasarkan KK (Kartu Keluarga).

Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyambut antuasias ajakan Menkop UKM Puspayoga. Ia menyatakan kapan pun, Makassar siap menerima bupati dan wali kota dari berbagai daerah di Indonesia yang akan berguru BULo.

“Kita selalu siap. Kapan pun itu untuk menularkan BULo ke daerah – daerah lainnya di Indonesia,” antusias Danny.

Apalagi, kata Danny saat ini, BULo mulai mengembangkan teknik menanam cabai yang memungkinkan pertumbuhan cabai lebih produktif.

Danny yang juga dikenal sebagai wali kota cabai menunjukkan perbedaan antara cabai yang ditanam menggunakan teknik menanam dan yang tidak. Terlihat perbedaan yang sangat mencolok pada daun dan buah yang lebih rimbun.

Baca juga :  Pemerintah dan Dunia Usaha Bersinergi Bangun Kota

Cabai BULo Makassar juga berkontribusi pada pengendalian inflasi dalam negeri. Meski baru berusia setahun, Makassar mampu mengalami deflasi sebesar – 0.32% selama Ramadhan dan Idul Fitri 1438 Hijriah. (Inng)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top