W3.CSS
Makassar

Menuntut Keadilan, Ratusan Karyawan dan Tenaga Medis Covid RS Faisal Yang Dirumahkan Gelar Aksi di Kantor Gubernur Sulsel

MAKASSAR, METROTIMUR. COM – Ratusan tenaga medis dan karyawan Rumah Sakit (RS) Islam Fasial turun ke jalan. Mereka mendatangi Gedung Gubernur Sulsel dan rumah mantan Wakil Presdien Jusuf Kalla di Jl. H Bau, Kamis (2/7/2020).

Aksi damai ratusan karyawan dan tim media Covid RS Faisal dalam rangka meminta tanggung jawab pemerintah dan pihak RS Faisal Makassar atas hak-haknya yang dipotong 50 persen. Kemudian kedatangan ratusan karyawan dan tenaga medis yang sebagain pernah bertugas menangani pasien Covid-19 juga meminta dana pinjaman dari bank sebesar Rp 50 miliar diaudit.

Selain mendatangi rumah JK, massa juga melakukan aksi serupa di pertigaan Jl AP Pettrani dan Jl. Sultan Alauddin dan terakhir di depan kantor Gubernur Sulsel.

‘’Kami mendesak manajemen RS Islam Faisal membayar upah 157 karyawan yang di rumahkan selama selama 10 hari kerja,” kata Ketua Serikat Pekerja Tenaga Kesehatan RS Islam Faisal, “Irham Tompo.

Kemudian dalam orasi salah seorang peserta aksi, Micho, menyampaikan bahwa 157 karyawan RS Faisal yang dirumahkan kemudian tidak mendapat perhatian baik dari pihak RS Faisal termasuk pemerintah Sulsel dan Pemkot Makassar. Sementara 157 karyawan tersebut punya hak dalam situasi pandemi covid 19 ini justru pihak RS Faiasal semakin mempersulit kehidupan mereka.

“Perlu diketahui, bahwa 157 orang yang di rumahkan ini adalah mereka yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mengurusi pasien – pasien yang terpapar corona. Lalu kemudian, mereka dirumahkan dan tidak diberikan gajinya tanpa alasan yang jelas dari pihak RS Faisal, ini terkesan mereka ditelantarkan, “ teriak Micho.

Oleh karena itu kami meminta kepada Pemerintah Sulsel dalam hal ini Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah untuk respek dengan nasib para karyawan yang dirumahkan ini yang selama ini telah menjadi garda terdepan mengurusi, bahkan harus berhadapan langsung dengan para pasien yang terpapar Covid 19.

Baca juga :  Danny Jamu Peserta Rapat JPII di Baruga Anging Mammiri

“Kami minta kepada Gubernur Sulsel untuk ikut bertanggung jawab dan memberikan solusi kepada Ratusan karyawan dan tenaga medis yang di rumahkan, berikan hak – haknya, “ tambahnya.

Kemudian ditempat yang sama, Irham menjelaskan selama ini para karyawan hanya diberi upah secara sepihak hanya 50 persen tanpa ada kompromi

‘’Karyawan juga dirumahkan tanpa melakukan musyawara dengan pihak serikat. Begitu juga karyawan yang hamil. Mereka dirumahkan tanpa hak cuti,” ungkap Irham.

Menurut dia, alasan manajemen RS Islam Faisal merumahkan karyawan, tidak jelas.

‘’Manajemen mengeluarkan SK merumahkan karyawan dengan alasan yang tidak jelas dan mengambang. Katanya akan dipanggil kembali bekerja tapi waktunya tidak ditentukan,” jelasnya.

Ia bahkan menyebut selama dua tahun terkahir ini jasa pelayanan tidak pernah dibayar. Bahkan gaji karyawan dan tenaga medis tidak sesuai upah minimum provinsi (UMP).

Selain itu diungkapkan juga bahwa selama ini karyawan di RS Islam Faisal tidak punya jaminan ketenaga kerjaan. Pengangkatan karyawan pun tidak sesuai aturan.

‘’Kami juga meminta kepada Dewan Pengawas (Dewas) untuk mengaudit dana pinjaman dari bamk sebesar Rp 50 miliar, dan meminta manajemen diganti,” tegas para pengunjuk rasa.

Dana Rp 50 miliar yang dimaksud adalah dana pinjaman dari bank. Dana tersebut diperuntrukkan untuk pembangunan gedung RS Islam Faisal. Di sisi lain ada dana klaim BPJS yang sehusnya dibayarkan untuk hak-hak karyawan. Namun dalam perjalannya dana tersebut dialihkan untuk pembayaran utang di bank.

‘’Soal dana pinjaman di bank yang Rp 50 M kami punya datanya,” tegas Irham.(*/ri)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top