Makassar

Menurunnya Pelayanan Publik, Pemerhati: Pejabat Pemkot Makassar Sedang Terganggu Psikologinya

MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Menurunya pelayanan publik di Pemkot Makassar diakibatkan tidak adanya penataan regulasi dan akibat adanya ketergangguan psikologi para pejabat ASN dengan rencana penataan Pejabat Pemkot Makassar yang akan dilakukan oleh Pj Wali Kota Makasar.

Hal itu disampaikan oleh Dr. Sakka Pati selaku narsumber pada Grup Diskusi Barang dan Jasa menggandeng Fraksi Muda Indonesi melaksanakan sosialisasi pelayanan publik di Kota Makassar yang berlangsung di Kopi Zone, Makassar. Senin, (9/9/2019).

Politalk ini menghadirkan sejumlah narasumber seperti KIP Sulawesi Selatan, Pemerhati Pelayanan Publik Kota Makassar, DR. Sakka Pati akademisi Unhas, Ombusdman Kota Makassar, DISDUKCAPIL Kota Makassar, dan Dinas PU Kota Makassar, turut diundan sebagai Narasumber yakni mantan Wali kota Makassar periode 2014 – 2019, Ir. Moh. Ramdhan Pomanto.

Dapat dirasakan sekarang ini, kata Kepala Puslitbang Konflik, Demokrasi, Sosial dan Humaniora Universitas Hasanuddin Makassar, Dr Sakka Pati MH. ia mengatakan, menurunya speed pelayanan publik di Kota Makassar, itu diakibatkan adanya ketidak sesuaian antara perencanaan kerja yang tersusun dengan rencana kerja Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb saat ini.

“Ada kebingungan para OPD saat ini, karena semua visi misi yang ada di RPJMD tidak ada lagi yang digunakan, hampir semua dihapus Sementara para OPD ini sudah menyusun rencana kerja berdasarkan RPJMD itu, sekarang dirubah oleh Pj Wali Kota, ” ungkap Sakka Pati.

Masalahnya apa kata Sakka Pati, program kerja Pemkot Makassar yang tertuang di RPJMD sudah berjalan, namun dengan hadirnya dalam mengisi kekosongan sebagau Penjabat Wali Kota Makassar justru menghilangkan dan membuat visi misi sendiri. Sementara dari fakta, beberapa OPD tidak memahami apa harapan Penjabat Wali Kota Makassar melalui visi misinya yang tidak berlandaskan RPJMD.

Baca juga :  Bangun Kebersamaan, Jajaran DPM PTSP Gelar Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan

“Pada rezim penjabat Wali Kota Sekarang ini, saya yakin OPD tidak paham dari target visi misi Penjabat Wali Kota. Sudah beberapa OPD coba kami diskusikan. Tahu nda yang mana dimaksud oleh Pj Wali kota dengan istilah Clean.?, dimana jabarannya ada beberapa point, ternyata ini juga belum sampai ke OPD dan memang belum dipahami seperti apa harapan Pj wali kota, ” kata Sakka Pati.

Kemudian menuntut untuk pelayanan publik yang profesional dan maksimal, tentu bukan hanya soal visi misi Penjabat Wali Kota yang tidak dipahami oleh OPD, menurut Sakka Pati, secara psikologis para OPD juga sedang dipenuhi rasa was was dengan kebijakan penataan pejabat Pemkot Makassar yang kini tengah dilakukan oleh Pj Wali Kota Makassar.

“Untuk etos kerja, secara objektif kita maklumi para aparatur Pemkot Makassar jika bekerja tidak maksimal, karena suasana hati yang kacau, karena Pj Wali Kota ini mau kembali lagi melakukan penataan setelah membatalkan SK dan inilah salah satu yang mengahambat pelayanan publik saat ini, karena para ASN dipenuhi kekhawatiran akan sikap Pj nanti, ” terang Sakka Pati.

Meskipun tambah Sakka Pati, seorang ASN tidak peduli akan ditugaskan dimana, tugas pokok ASN adalah melayani, tetapi secara psikologis tentu ada hak – hak yang harus diperjuangkan.

“Mereka (ASN) khawatir diganti tidak yah, mereka bilang, “Kita sudah fokus pada perencanaan, jangan – jangan kita diganti lagi, bagaimana yah, ” ucap Sakka Pati.

“Para pejabat juga banyak yang mengatakan, masa ada yang bekerja yang tidak mendapatkan hasil sebagaimana yang diharapkan, ya kita taulah banyak orang yang dapat jabatan karena ada bisik membisik dan itu fakta yang ada di Pemerintahan, ” akunya.

Baca juga :  Pemkot Makassar - DPRD Cetak Sejarah

Jadi jika menuntut pelayanan publik yang maksimal sekarang ini bagi masyarakat Makassar, maka tentu kuncinya adanya kejelasan regulasi, termasuk target penataan pejabat apa saja harapananya, dan sejauh mana akan berimflikasi kepada pembangunan kota Makassar, kunci Sakka Pati. (Ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top