banner-1

Pemerintahan

Mutasi Pejabat Pemkot Makassar Akan Kembali Digelar

Makassar, metrotimur.com – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto kembali akan melakukan mutasi atau pergantian pejabat lingkup pemerintah kota. Rencana ini sudah direspon oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (24/8/17).

“Sudah ada respon dari kementrian. Badan kepegawaian sebagai leading sektornya,” kata pemimpin berlatar belakang konsultan tata ruang ini.

Sebelumnya, Danny Pomanto mengisyaratkan gerbong mutasi kembali digelar terkhusus pejabat eselon II dan III termasuk Kepala Sekolah (Kasek) usai melantik beberapa direksi perusahaan daerah dan pejabat eselon III dan IV lainnya di SMP Negeri 5 Makassar belum lama ini.

Kata dia, mutasi saat ini merupakan langkah awal hasil evaluasi kinerja di tahun anggaran 2017 ini. Evaluasi ini juga menyasar kinerja-kinerja kepala kecamatan atau camat.

Indikator penilaian kinerja camat diukur dari sejauh mana para lurahnya bekerja melayani masyarakat.

“Mutasi di SMP 5 itu awal karena akan kita evaluasi eselon II dan sebagian eselon III dan masih banyak hal yang perlu dievaluasi. Saya bilang sama camat kalau lurah yang mundur saya tidak mau tahu lurahnya salah atau tidak, camat yang saya tindaki karena camat ikut andil atas kerja lurahnya,” pungkas Danny Pomanto.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Makassar, Basri Rakhman mengatakan, pihaknya telah menyurati kementrian guna melakukan proses mutasi. Surat tersebut hanya bersifat penyampaian saja yang dikirim baru-baru ini.

Tak lama berselang, pihak kementrian langsung merespon upaya yang akan dilakukan Pemkot Makassar. “Ada hal-hal yang perlu diperjelas lagi, kementrian minta ada rincian format. Diminta melengkapi penentuan format. Sudah ada respon dari kementrian, tinggal menyesuaikan kehendak kementrian,” akunya .

Olehnya itu, BKPSDMD saat ini tengah menyusun format kebutuhan mutasi untuk selanjutnya diberikan ke kementrian. Pada umumnya, penyusunan format terlebih kepada pengisian jabatan lowong seperti di Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) yang tinggal pensiun pejabatnya.

Baca juga :  Kelurahan Biringromang - Manggala Terus Aktif Mengawal Makassar Dua Kali Tambah Baik

Kemudian jabatan yang nantinya akan ditinggal pensiun pejabatnya seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah dan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Makassar.

“Ini yang mau dijelaskan dalam permohonan surat ke kementrian. Karena

lelang bagian dari pengangkatan pejabat dan akan dilakukan seleksi terbuka dengan pertimbangan jabatan lowong,” jelas Basri Rakhman.

Disamping kebutuhan kekosongan jabatan, pertimbangan lainnya adalah bagaimana Pemkot Makassar mampu mewujudkan program kerjanya melalui inovasi-inovasi para pejabat.

Lanjutnya, untuk pergeseran pejabat utamanya eselon II tidak mesti dilakukan promosi terbuka, bisa langsung melalukan job fit.

“Kalau pergeseran saja tinggal diisi melalui job fit melihat potensi pejabat yang dibutuhkan, kalau sudah eselon II dianggap mampu jadi kadis pemadam bisa digeser disitu, yang dilelang itu jabatan yang ditingglakan pejabat lama. Katakan pacea, sudah asisten plt damkar kalau diangkat defenitif maka jabatan asistennya dilelang karena jabatannya lowong (asisten) ditinggalkan,” terang dia.

Untuk diketahui, usulan mutasi ini memang harus mendapat persetujuan dari Kemendagari. Dimana sesuai dengan UU 10/2017 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mutasi pejabat seluruh kota/kabupaten dapat berlangsung enam bulan sebelum proses penetapan calon atau kandidat kepala daerah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Februari 2018 akan datang. (bi)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top