banner-1

Hukrim

Nanyian Gani Sirman, Danny Pomanto: Era Walikota Yang Mana Terima Fee 30 persen

Mantan Kadis Koperasi Kota Makassar (Andi Gani Sirman)

Makassar, metrotimur.com – Selain bantahan terhadap pernyataan Gani Sirman soal fee 30 persen yang diberikan kepada walikota Makassar oleh setiap SKPD. Walikota non aktif Danny Pomanto mempertanyakan, Walikota Makassar yang mana dimaksudkan oleh mantan Kadis Koperasi Kota Makassar tersebut, selasa (17/4/18).

Danny juga mempertanyakan pengakuan Gani Sirman membawa dan menyebut wali kota. Menurutnya, nama wali kota perlu dipertegas oleh Gani Sirman sehingga lebih jelas dan celar.

Sebelumnya dari sebuah kutipan pengakuan Gani Sirman, pernyataan Gani Sirman yang dikutip disalah satu media online bahwa fee 30 persen itu sudah rahasia umum untuk diserahkan Walikota.

“Fee proyek 30% itu sudah rahasia umum di semua SKPD Pemkot. Semua proyekPemkot memang harus dikeluarkan 30% untuk wali kota dan disetor ke BPKA Makassar, ” kata Gani Sirman dalam sebuah transkrip pernyataan dimedia online.

Dapat diketahui Andi Gani Sirman adalah salah satu pejabat senior di lingkup pemerintah kota Makassar sejak periode mantan walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin dan menempati posisi strategis, diantaranya pernah menjabat sebagai Camat Manggala, kemudian menjabat sebagai Kadis Koperasi Kota Makassar.

Nama Andi Gani Sirman sebagai Kadis Koperasi kemudian pernah mencuat terkait keberadaan kopersi fiktif terkait kasus bantuan dana bergulir LPDB yang merupakan bantuan pemerintah pusat melalui kementrian koperasi. Salah satu mantan staf Andi Gani Sirman yang kini mendekam dibalik jejuri besi (Syaripuddin) pernah disebut – sebut namanya oleh Andi Gani Sirman. Kasus bantuan dana bergulir LPDB berdasarkan informasi yang dihimpun itu terjadi pada tahun 2011 – 2013. Puluhan Koperasi yang menerima bantuan LPDB masuk dalam catatan penegak hukum.

Koperasi yang dimaksud diduga tidak aktif namun tetap diberikan bantuan. Kuat dugaan terjadi pemalsuan tanda tangan. Selain itu diduga ada perubahan status koperasi dari tidak aktif menjadi aktif tanpa melalui prosedur seperti rapat pengurus koperasi. Pihak Kejati, Selasa (24/5/16, menuturkan pihaknya baru menemukan satu koperasi bermasalah, namun masih ada lagi sekitar 20 koperasi yang diduga juga bermasalah.

Baca juga :  Tindak Lanjuti Putusan PT TUN, KPU Makassar Daftarkan di MA

Atas pernyataan Gani Sirman yang menyebut nama walikota Makassar, kemudian Danny Pomanto mempertanyakan era Walikota Makassar siapa yang dimaksud oleh Gani Sirman, Danny kemudian melaporkan Gani Sirman ke pihak kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik.

“Saya ingin bertanya sebenarnya dimaksud wali kota mana ? dan dibilang 30 persen, 30 persen apa ? Terus Wali Kota Makassar juga banyak sehingga itu juga perlu dijelaskan di mana tempatnya kalau pernah disetor, kapan dan siapa saksinya. Jadi sejak kapan saya minta uang ke SKPD,” ucapannya. (Skd05).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top