banner-1

Politik

Nasehat Pilkada, Pengusaha Sebaiknya Tidak jadi Penguasa

 

 

 

 

Makassar, metrotimur.com – Demi terciptanya Pilkada damai Makassar yang bermartabat sesuai ekspektasi, maka semua pihak diminta mengesampingkan ego dan kepentingan yang dapat melabrak aturan.

Pakar Ekonomi, Prof Dr Muhammad Asdar, meminta segala sesuatu harus ditempatkan pada porsinya masing-masing. Termasuk pada aspek, ekonomi, sosial dan politik.

Bahwa sebaiknya pengusaha tidak jadi penguasa, dan penguasa tidak jadi pengusaha. Semua berjalan sesuai koridornya, bahwa, pemimpin adalah orang yang punya kapasitas dan integritas di bidangnya.

”Yah, pengusaha tetaplah jadi pengusaha, sebaiknya jangan dicampurbaurkan satu sama lain,” imbau Prof Dr Muhammad Asdar dalam diskusi “Membedah dampak putusan MA, di warkop Dottoro, Jalan Boulevard, Minggu (15/4/2018)

Menurutnya, sayangnya jika pertumbuhan ekonomi kota Makassar melampui nasional bahkan mengalahkan Cina saat ini, bakal mengalami penurunan jika hanya karena kepastian hukum antara panwas dan PT TUN belum jelas.

“Ekonomi Makassar sudah terbangun baik. Olehnya kita harus menepis kemungkinan-kemungkinan buruk itu tidak akan terjadi, apalagi masyarakat sudah cerdas, sehingga kita berharap stabilitas itu tetap terjaga,” ujarnya.

Asdar menilai pemicu tumbuh kembangnya ekonomi Makassar tak lepas dari jaminan keamanan, daya beli masyarakat, belanja APBD, investasi dan lain-lain.

“Inilah yang harus tetap berjalan, Makassar harus tetap sejahtera menjadi daerah berinvestasi yang sehat,” terangnya.

Sementara, Pakar Hukum Tata Negara, Prof Aminuddin Ilmar, menyayangkan, Hakim TUN telah mengabaikan putusan dari panwas, hakim TUN salah kaprah antara materi pelanggaran dan sengketa pemilu.

Menurut guru besar Unhas tersebut, mestinya Appi-Cicu tidak menggunakan jalur sengketa. Tapi dengan jalur pelanggaran.

“Karena dua hal itu merupakan objek yang berbeda, jadi memang salah kamar sehingga ini bisa dianggap putusan sesat, dan MA harus jernih melihat subtansi kekeliruan ini,” tukasnya. (*)

Baca juga :  Andi Unru Tinjau Taman Baca Pulau Langkai

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top