W3.CSS
Hukrim

Oknum Camat Minta Jatah, Inspektorat Makassar Akan Turun Melakukan Pengecekan

MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Mencuatnya pengakuan sejumlah Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) di lingkup Kecamata Tamalanrea atas permintaan jatah atau setoran dari TPP yang dilakukan oleh oknum Pejabat Kecamatan Tamalanrea, Kepala Inspektorat akan melakukan pengecekan atas issu tersebut.

Saat dikomfirmasi melalui via whatsapp, Kepala Inspektorat Kota Makassar, Zainal Ibrahim menyampaikan, bahwa pihaknya akan turun melakukan pengecekan atas kebenaran permasalahan yang dimasud.

“Mungkin perlu dilakukan dulu pengecekan atas kebenaran permasalahan dimaksud, “ kata Zainal Ibarahim dalam pesan Whatsapp pribadinya, selasa (15/12/2020).

Terkait langkah Inspektorat Makassar dalam menyikapi kasus tersebut, selain turun melakukan pengecekan, Zainal juga mengatakan, bahwa dalam kasus seperti ini maka pihaknya tetap mengacu kepada prosedur yang ditetapkan.

“Sesuai prosedur, harus terlebih dahulu ada pelaporan resmi ke Inspektorat sebagai dasar pemeriksaan, “ terang Zainal Ibrahim.

Sebelumnya seperti yang diberitakan oleh salah satu media online, bahwa Sejumlah pejabat pelaksana tugas (Plt) lingkup kantor kecamatan Tamalanrea, kota Makassar, mengeluh dan mempertanyakan adanya dugaan permintaan “Jatah” TPP bagi pejabat pelaksana tugas (PLT) yang bertugas di 7 kelurahan, kecamatan Tamalanrea.
Permintaan “Jatah” TPP untuk pribadi oknum camat Tamalanrea itu diungkapkan oleh beberapa Plt di kelurahan. Mereka menyebut bahwa oknum camat meminta jatah khusus dari TPP. Nilainya bervariasi Rp500 hingga Rp1 juta per orang per bulan.

“Bukan kami tidak mau memberi, tapi harusnya Pak Camat tidak memaksa, dan mematok angka-angka yang harus dikeluarkan,” kata salah satu Plt Kepala Seksi di Kelurahan yang minta namanya tak disebut dengan alasan pekerjaan.
Diketahui bahwa dari 7 kelurahan minus Kapasa Raya, memiliki Plt Kasi dan Seklur yang ditempatkan di kelurahan. Semua Plt yang ditempatkan di 7 kelurahan, dimintai jatah khusus untuk pribadi oknum camat Tamalanrea.
“Semua staf pegawai lingkup kecamatan Tamalanrea tahu kondisi ini, dan bukan rahasia lagi. Kami minta Pak Camat tidak arogan dan melakukan praktik-praktik kotor yang justru merugikan bawahannya,”

Baca juga :  Mati Lampu, Warga Asri Recidence Manggala Kecurian

Diketahui bahwa pembayaran TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) dibayarkan Rp4 juta per bulan. Hanya saja, khusus pejabat Plt hanya dibayarkan sekitar Rp3 juta per bulan.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Tamalanrea, Miriam Novita,S.STP, yang dikonfirmasi terkait hal tersebut membantah informasi yang menyebutkan adanya permintaan jatah TPP dari Plt di kelurahan. “Tidak betul itu berita. Saya bisa pastikan tidak betul,” singkat Miriam via Watshaap kedpada media ini. (ri/*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

To Top