banner-1

Politik

Oknum Panwaslu Makassar Diduga Begal Suara Rakyat

Makassar, metrotimur.com – Oknum Panwaslu Kota Makassar dinilai bekerja tidak adil dalam mengambil keputusan bagi paslon pasangan Danny – Indira Mulyasari, sabtu (2/12/17).

Keberatan saksi verifikasi data dukungan dari pasangan DIAmi berawal dari pernyataan salah seorang anggota Komisioner Panwaslu Kota Makassar yang berinisial MM . Dimana berdasarkan temuan oknum panwas tersebut mengatakan bahwa waktu penyetoran data tambahan dalam kantong kresek merah tersebut sudah tidak sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh KPU Kota Makassar.

“Data tambahan tersebut sudah tidak bisa lagi diterima dan tidak bisa diverifikasi untuk menjadi data dukungan, ” Kata MM pada saat rapat pleno hasil verifikasi dan penelitian data dukungan bagi Paslon DIAmi di Hotel Max one jalan Taman Makam Pahlawan, Makassar.

Sementara itu berdasarkan keterangan dari saksi paslon DIAmi, Abd.Haris Awi, mengatakan, kantong kresek tersebut yang merupakan data dukungan warga Kecamatan Manggala sudah diterima oleh Komisioner KPU sebelum pukul 24.00 wita. Terkait lewat waktu yang dimaksud oleh oknum Panwaslu MM sangat tidak berdasar.

“Sangat tidak berdasar apa yang dikatakan oleh oknum Panwas (MM) tersebut, jam yang menjadi rujukan lewat waktu yang dimaksud adalah jam tangan miliknya, tanpa merujuk kepada jam KPU, sementara KPU menerima data yang ada di kantong kresek merah itu yang disertai dengan bukti berita acara penerimaan dari pihak KPU, ” terang Awi.

Dugaan begal suara rakyat tersebut diperkuat berdasarkan keterangan Komisioner KPU Divisi data saat di konfirmasi oleh awak media. Dimana keterangan Abdullah kepada awak media, Kamis sore 30 November 2017 , bahwa posisi kantong kresek tersebut sudah ada didalam ruangan sebelum jadwal verifikasi diberhentikan.

“Kalau terkait jam atau waktu dedline yang ditentukan oleh KPU untuk batas waktu penyetoran data itu pukul 24.00 Wita, namun untuk data dukungan yang ada didalam kantong kresek tersebut sudah berada didalam ruangan verifikasi sebelum saya umumkan jadwal untuk verifikasi diberhentikan sementara tepat pukul 24.00 Wita, ” terang Komisioner KPU, Abdullah.

Baca juga :  Danny Bertandang Ke Sekretariat PKS Makassar

Kemudian Komisioner KPU, Abdullah, juga mempertegas keterangannya, bahwa data yang ada didalam kantong kresek merah tersebut juga berdasarkan penyampaian dari anggota verifikator, bahwa kantong kresek merah yang berisikan data dukungan untuk paslon DIAmi, tersebut sudah ada didalam rungan verifikasi sebelum pukul 24.00 wita atau sebelum diumumkan untuk ditutup.

“Jadi posisi kantong kresek merah tersebut sudah ada dalam ruangan verifikasi sebelum saya umumkan soal waktu istrahat yaitu tepat pukul 24.00 wita juga dibenarkan oleh tim verifikator, ” kata Abdullah.

Keputusan yang diambil oleh oknum Panwaslu (MM) tersebut dengan merujuk kepada CCTV Hotel Max one oleh Mutmainnah juga mendapat protes keras. Protes keras yang dilakukan oleh saksi Paslon DIAmi karena dinilai tidak komitmen atas kesepakatan dalam pengecekan CCTV disepakati untuk bersama – sama membuka CCTV tersebut yakni KPU, Saksi Paslon dan Panwaslu itu sendiri.

“Kami juga tidak tau apa maksud dan tujuan saudari MM tidak mengajak kami dan KPU untuk sama – sama memeriksa CCTV tersebut, padahal sebelumnya kami sepakat untuk bersama – sama memeriksa kebenarannya melalui CCTV, namun faktanya dia turun sendiri tanpa melibatkan kami selaku saksi paslon dan KPU itu sendir, kemudian mengeluarkan keputusan untuk tetap tidak bisa di verifikasi berdasarkan CCTV, ” Kata Haris Alwi.

Meskipun KPU telah menyatakan lolos verifikasi dan penelitian data dukungan untuk Paslon Danny – Indira Mulyasri yang disertai berita acara penyerahan, Saksi Paslon tetap melakukan nota keberatan dan akan menempuh jalur hukum.

“Ini bukan persolan kami lolos verifikasi kemudian kami menganggap selesai persoalanya tentu tidak, jangankan ratusan yang dibegal satu suara dukungan pun yang dibegal kami akan tuntut secara hukum, ini suara rakyat yang seharusnya panwas mengawal suara rakyat itu dengan baik bukan kemudian ikut membegal, ” tegas saksi paslon DIAmi. (Ron).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top