banner-1

Politik

Optimis MA Kabulkan Kasasi KPU, Pakar: Tugas Aparat Amankan Kota Makassar

Pakar Sosiologi Politik Unhas ( DR. Sawedi Muhammad S.Sos, MSC)

Makassar, metrotimur.com  – Pengarahan pasukan keamanan aparat kepolisian jelang keputusan MA terkait Kasasi MA tidak ada hubungannya dengan issu ditolaknya Kasasi KPU Makassar.

Hal itu dipertegas oleh pakar Sosiologi Politik Unhas DR. Sawedi Muhammad saat menjadi narasumber pada diskusi publik yang diselenggarakan oleh member whatsapp politlcal news, melihat konstalasi politik Makassar kemudian tiga hakim yang menyidang Kasasi KPU Makassar, Sawedi sang at optimis bahwa Kasasi KPU diterima. Pada diskusi publik Kali ini, sejumlah narasumber hadir dalam diskusi tersebut, diantaranya, pakar hukum Unhas, DR. Sakka Pati SH,MH, Pengamaf Politik DR. Jayadi Nas, kemudian Direktur Riset CRC Andi Mahyudi Abbas.

“Semua harus siap atas apa yang menjadi keputusan MA, tetapi saya optimis MA akan mengabulkan Kasasi KPU Makassar, ” kata DR. Sawedi, ahad (24/4/18).

Menurut DR. Sawedi, tidak ada hubungannya dengan opini yang berkembang di media sosial jika MA tolak Kasasi, aparat itu punya tugas dan fungsi yang selalu siaga dalam setiap hal yang menyangkut kamtibmas, ” kata Sawedi.

Menurut DR. Sawedi terkait kesiagaan aparat kepolisan jelang putusan Mahkamah Agung RI atas Kasasi KPU Makassar yang direncanakan akan diumumkan besok, senin (23/4/18) itu merupakan protaf kepolisian dalam mengantisipasi terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan, meskipun sebelumnya Kota Makassar disebut tidak masuk dalam zona merah

“Kesigaan kepolisian dengan jumlah pasukan yang diturunkan menjaga kota Makassar, saya pikir itulah tugas dan fungsi kepolisan, kesiagaan kepolisian itu bukan berarti adalah dalam antisipasi gejolak aksi massa ditolaknya Kasasi KPU, tidak bisa ditafsirkan seperti itu, tetapi lebih kepada apa yang menjadi komitmen kepolisian dalam menjaga kota Makassar harus dalam keadaan kondusif apapun keputusan MA nantinya, ” kata DR. Sawedi.

Baca juga :  Makassar Mengalami Deflasi, Berikut Laporan perkembangan Inflasi BPS Sulsel 2017

Jadi antisipasi kepolisian sangat jelas, konflik hukum yang terjadi di pilkada Makassar ini tentu akan terus menuai konflik, sejak putusan PTTUN yang menerima gugatan Appi – Cicu, disitulah ada kesan pertinggal dari salah satu tim paslon yang merasa kecewa putusan PTTUN, apalagi dari pernyataan beberapa pakar hukum juga menilai bahwa keputusan PTTUN itu adalah sangat keliru.Oleh karena itu dari situlah mulai muncul indikasi indikasi konflik horizontal antara pendukung, ” terang Sawedi.

Dari informasi yang berhasil dihimpun aparat kepolisian sulawesi selatan akan menurunkan sebanyak 4000 personil jelang putusan MA.

Olehnya, kita sama – sama berharap melihat kondisi Makassar sekarang ini, maka saya yakin keputusan MA akan melihat dampak sosial tersebut dan akan menjadi pertimbangan hukum tanpa meninggalkan substansi perkara yang diajukan.

“MA akan putuskan dengan seadil – adilnya, saya yakin dan saya mengenal jejak rekam dua hakim yang menangani Kasasi KPU Makassar, kedua hakim agung tersebut merupakan hakim yang tidak mampu diintervensi oleh siapapun atau dengan cara apapun dan saya optimis akan mengabulkan Kasasi KPU, ” kata DR. Sawedi.

Tetapi jika keputusan yang lahir itu kemudian ada pihak yang merasa kecewa atau tersakiti, saya juga memprediksi konflik akan berkepanjangan, apalagi masih banyak tahapan yang belum dilalui dan jika konflik berkepanjangan maka tentu dampak sosial dan ekonomi akan ikut terpengaruh, maka disitulah tugas dan fungsi aparat kepolisian untuk mencegah hal – hal yang tidak dinginkan, ” tutup DR. Sawedi. (Sqd05).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top