Makassar

Pembagian Sembako di Makassar Gaduh, Muktar Tahir Tantang Pj Iqbal Suhaeb Cari Penggantinya

MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Muktar Tahir, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar menyatakan tidak mampu lagi menjalankan tugasnya dalam penanganan pembagian sembako kepada Warga yang terdampak musibah Covid 19.

Seperti yang dilansir oleh sejumlah media online, bahwa ia (Muktar Tahir) tidak mampu bekerja di bawa kritikan dan meminta kepada Pj Iqbal Suhaeb untuk mencari penggantinya.

“Saya sudah sampaikan Pak Pj Walikota (Iqbal Suhaeb) kalau memang ada pengganti untuk saya, carikan saja, Kita tidak tau mau bekerja seperti apa kalau dicurigai terus”, jelasnya, seperti yang dikutip oleh salah satu media online.

Sikap Muktar Tahir tersebut mendapat respon dari anggota Dewan Makassar dari Partai Demokrat, Ray Suryadi Arsyad, ia mengatakan, bahwa Muktar Tahir sudah menyerah dengan berbagai macam tekanan.

“Sikap Muktar Tahir tersebut menandakan bahwa Pemkot Makassar belum siap dengan PSBB yang sekarang diberlakukan, ” ungkap Ray, ahad (26/4/2020).

Sementara kata Ray, masyarakat sampai sekarang masih sangat berharap akan janji Pemkot Makassar akan pembagian sembako atas dampak Covid 19 tersebut. Bahkan kata Ray, banyak warga yang melabrak peraturan PSBB akibat janji pemkot yang tak kunjung turun ke masyarakat yang terdampak.

“Sebagian warga melabrak PSBB karena mereka juga butuh untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, apalagi PSBB ini akan diterapkan selama 14 hari, ” terang Ray.

Persoalan yang mendasar atas gaduhnya pembagian sembako yang memaksa Kadis Sosial Makassar, Muktar Tahir, kemudian buang handuk dalam menjalankan tugas tersebut. Selain banyaknya kritikan dari masyarakat, carut marutnya data dan pendataan juga kemudian menjadi salah satu alasan Muktar Tahir untuk menantang Oj Iqbal Suhaeb untuk mencari penggantinya.(*/ri).

Baca juga :  Erwin Hatta Instruksikan Kader Pemuda Pancasila Rapatkan Barisan Menangkan DIAmi
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top