banner-1

Hukrim

Pembukaan Kotak Perolehan Suara di Bangkala Kecamatan Manggala Tanpa Koordinasi dan Rekomendasi

Makassar, metrotimur.com – Warga kelurahan Bangkala Kecamatan Manggala temukan indikasi kecurangan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara KPPS dan PPS.

Berdasarkan pengakuan PPL Kelurahan Bangkala, Slamet, membenarkan, dari 22 kotak suara perolehan suara tingkat TPS ada 8 Kotak suara yang dititip di Kantor Kelurahan Bangkala – Manggala, yang telah disegel setelah pemilihan dilaksanakan di 22 TPS yang ada di Kelurahan Bangkala Kecamatan Manggala.

“Benar, ada pembongkaran kotak perolehan suara, setelah para KPPS serahkan kotak suara ke PPS kelurahan, ” aku Slamet, rabu malam (27/6/18).

Dari 22 kotak suara, menurut pengakuan PPL Bangkala, ada 8 kotak suara yang berhasil dibuka oleh KPPS yang disaksikan oleh petugas PPS, Sekretaris Lurah dan Lurah Bangkala.

“Jadi yang berhasil dibongkar oleh KPPS dan disaksikan PPS baru 8 kotak suara dari 22 TPS, alasanya dibongkar karena ada sejumlah berkas ikut masuk kedalam kotak perolehan suara, ” terang PPL Bangkala, Slamet, yang juga menyaksikan pembongkaran kotak suara yang ada dikelurahan Bangkala Kecamatan Manggala.

Saat dikonfirmasi soal rekomendasi dari Panwascam Manggala untuk pembongkaran kotak perolehan suara, Slamet selaku PPL di Bangkala juga mengakui bahwa pembongkaran kotak perolehan suara tersebut, bahwa Slamet sebagai PPL setempat tidak melakukan koordinasi ataupun mendapat rekomendasi dari panwascam.

“Iya, pembongkaran kotak suara saya memang tidak koordinasi dengan panwascam ataupun ada rekomendasi, karena mungkin pengaruh lelah, ” ucap Slamet.

Saat ditanyakan selaku pihak PPL yang punya kewenangan untuk melakukan pengawasan disemua wilayah Kelurahan penugasannya, Slamet mengakui, bahwa ia tidak melakukan upaya peringatan ataupun pelarangan.

“Memang saya khilaf, tidak mengingatkan ataupun melarang, karena mungkin karena pengaruh lelah, ” aku Slamet.

Baca juga :  Aduan Pedagang Pasar Sentral ke JK Tak Beralasan, Hanya Sensasi

Sementara itu salah satu anggota KPPS yang juga ikut membuka kotak suara, H. Haris, kamis (28/6/18) membenarkan, bahwa pembongkaran kotak suara tersebut memang tidak ada penandatanganan berita acara.

“Memang kami tidak paham aturannya, saya buka karena ada berkas yang kami ingin ambil karena pihak PPS meminta berkas tersebut, soal berita acara ataupun rekomendasi saya tidak melihat apalagi menandatangani, kami hanya langsung membuka kotak suaranya bersama anggota KPPS yang lain, tanpa ada teguran dari pihak manapun termasuk dari pihak PPL maupun pihak pejabat kelurahan dalam hal ini Lurah Bangkala, ” kata H. Haris, selaku anggota KPPS.(Ri)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top