banner-1

Makassar

Penasehat Walikota Bidang RT/RW Mediasi Warga Tamamaung Dengan Kelurahan

Warga ORW 07 Kel.Tamamaung Kec. Pankukang

Makassar, metrotimur.com – Minimnya minat masyarakat ORW 07 Kelurahan Tamamaung Kecamatan Panakukang, untuk membayar retribusi sampah retribusi sampah, Penasehat Walikota Bidang RT/RW, Safarauddin Parumpa memediasi warga dengan pemerintah.

Melalui rembuk warga yang digelar di kediaman Ketua 0RW 07 Kelurahan Tamamaung Kecamatan Panakukang, Drs. Zaena, HS yang di hadiri oleh para Ketua RT dari ORW 07 , turut hadir dari unsur BKM, Muslim, tokoh masyarakat, tokoh pemuda Tamamaung dan Lurah Tamamaung Drs. Rusdin.

Dalam penyampaiannya, Penasehat Walikota Bidang RT/RW, Safaruddin Parumpa mengatakan, “Masih banyaknya warga yang belum taat membayar retribusi sampah, tentu menjadi perhatian kita semua, rembuk warga merupakan wadah yang tepat dalam mencari solusi, bagaimana pola atau strategi untuk melahirkan partisipasi masyarakat kita semua, ” Kata Safaruddin Parumpa.

Menurut Safaruddin Parumpa selaku penasehat Walikota Bidang RT/RW yang dilantik baru – baru ini di lapangan karebosi, Pemerintah dan masyarakat harus membuat pola atau strategi tanpa melanggar ketentuan yang ada untuk melahirkan ketaatan.

“Banyak pola atau strategi yang bisa kita lakukan tetapi semua harus melalui kesepakatan warga dengan Pemerintah, yang tidak bertentangan dengan peraturan yang ada, ” Kata Safaruddin Parumpa, Rabu malam (27/9).

Memang kita harus akui, kata Safaruddin, “Sebagian warga ada yang menilai besaranya tinggi ada juga yang belum memahami peraturannya, jika di estimasi jumlah penduduk dengan besaran retribusinya memang cukup besar jika terealisasi, tetapi itu tidak nyata, karena minat masyarakat yang rendah, alasanya, besaran retribusinya dan tidak memahami apa itu retribusi dan apa manfaatnya bagi masyarakat, ” Ungkap Safaruddin.

Olehnya, Safaruddin Parumpa mengharapkan baik kepada RT/RW dan Pemerintah , ada solusi yang bisa dilahirkan , artinya, jika diterapkan besarannya berapa realisasinya dan berapa minat warga yang taat , jika diturunkan juga demikian, yang pastinya bagaiman orientasinya bisa tercapai yaitu target yang diinginkan dan tetap dalam bingakai peraturan, Kata Safaruddin Parumpa.

Baca juga :  Kaca Mata Nasional Makassar Dua Kali Tambah Baik Itu Nyata

Sementara itu dari unsur BKM, Muslim menyarankan, sekiranya setiap kebijakan yang kita ambil, harus selalu menghadirkan keadilan dan kesepakatan antara warga dan Pemerintah, yang intinya usaha – usaha kita ini berujung kepada bagaimana Makassar Dua Kali Tambah Baik kita bisa raih dan salah satu indikatornya yakni, Pajak dan Retribusi harus terpenuhi tanpa ada yang merasa terbebani, Kata Muslim, Rabu malam (27/9).

Kemudian, menurut salah satu tokoh masyarakat, Rustam, memang kita akui masih banyak yang harus kita rembukkan, bukan hanya soal besaran retribusi sampah, salah satu yang juga menjadi kendala adalah, transportasi sampah (fukuda) memang belum berimbang dengan luas geografis ORW 07, ini juga harus menjadi pertimbangan yang tentunya harus berbang antara wajib retribusi dan pelayanan.

“Kita sepakat kita sosialisasikan dulu perubahan perubahan retribusinya ,kemudian kita liat efek kepada masyarakat yang belum taat dan bagaimana target realisasinya, ” Kunci Tokoh Masyarakat, Rustam. (Ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top